Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Keutamaan Mendengarkan Bacaan Al-Qur'an (Ustadz Dr. H. Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA)

 

Kesimpulan Taklim Kitab Al-Lu'lu Wal Marjan Markaz DPP Wahdah Islamiyah
Oleh: Ustadz Dr. H. Muhammad Yusran Anshar, Lc,. MA

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " اقْرَأْ عَلَيَّ ، قَالَ : قُلْتُ : أَقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ ، قَالَ : إِنِّي أَشْتَهِي أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي ، قَالَ : فَقَرَأْتُ النِّسَاءَ حَتَّى إِذَا بَلَغْتُ : فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيدًا سورة النساء آية 41 ، قَالَ لِي : كُفَّ أَوْ أَمْسِكْ ، فَرَأَيْتُ عَيْنَيْهِ تَذْرِفَانِ " .


Abdullah bin Mas’ud menuturkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacakan (Al-Qur’an) untukku.” Lalu aku katakan: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku baca untuk engkau padahal Al-Qur’an turun kepadamu?” Beliau berkata: “Ya, sesungguhnya saya ingin mendengarkannya dari selainku.”
Lalu aku baca surat An-Nisa’ hingga sampai ayat: Surat An-Nisa', Ayat 41
Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.
Beliau lantas berkata: “Ya cukup.” Tiba-tiba air mata beliau menetes.
1.      Abdullah bin Mas'ud termasuk salah satu yang direkomendasikan untuk diambilkan bacaan Al-Qur'an darinya.
2.      Ada yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam berada di atas mimbar pada saat itu.
3.      Ada dua makna ketika meminta dibacakan, entah beliau ingin memperbaiki atau menguji bacaan Abdullah bin Mas'ud atau beliau cuman mau sekedar mendengar karena beliau menyukainya.
4.      Diantara hak Al-Qur'an yang perlu kita berikan adalah menyempatkan waktu untuk mendengarkannya.
5.      Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah mengatakan diantara tanda 'hajrul quran'(meninggalkan Al-Qur'an) adalah jarang atau tidak pernah mendengarkannya.
6.      Diantara ibadah yang mulia adalah mendengarkan Al-Qur'an
 وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat”. (QS. Al-A'raf, Ayat 20)
Kapan kita mengatakan bahwa tidak ada waktu untuk mendengarkan Al-Qur'an maka ini termasuk perangkap dan konspirasi orang kafir

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

“Dan orang-orang yang kafir berkata, “Janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kamu dapat mengalahkan (mereka).” (QS. Fushilat, Ayat 26)
Tugas Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah bukan hanya menjelaskan makna-makna Al-Qur'an bahkan tugas awal ialah membacakan atau mendengarkan bacaannya kepada ummatnya.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Al-Jumu'ah, Ayat 2)
7.      Seorang mukmin mestinya senang mendengarkan kalamullah dibanding yang lainnya dan ini ciri-ciri seorang mukmin.
8.      Manfaat dari mendengarkan Al-Qur'an dari orang lain yang mempunyai bacaan yang baik adalah membantu untuk lebih menadabburi ayat.
9.      Sunnah ini diamalkan juga oleh para sahabat, salah satunya Amirul Mukminin Umar bin Khaththab biasa meminta Ubay bin Ka'ab untuk membacakan Al-Quran.
10. Maka tidak salah ketika kita meminta saudara kita untuk membacakan Al-Quran kepada kita apalagi yang saudara kita yang mempunyai kelebihan bacaan yang baik dan suara yang indah.
11. Abdullah bin Mas'ud membaca Surah An-Nisa 'kubro' adapun Surah An-Nisa 'sugro' adalah Surah Ath-Thalaq.
12. Ketika sampe ayat 41 Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam memerintahkan untuk berenti karena beliau menangisi.
13. Tidak ada bacaan khusus ketika ingin menutup bacaan quran, namun kita tidak melarang sama sekali orang yang membaca khusus seperti “صدق الله العظيم” dan صدق الله العظيم “boleh dibaca ketika terjadi sesuatu dan itu mengingatkan kita kepada Al-Qur'an”.
14. Inilah sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam, dan bahagialah orang yang ketika membaca atau mendengarkan Al-Qur'an menangis dan merasakan kelezatan.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal”. (QS. Al-Anfal, Ayat 2)
 اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk”. (QS. Az-Zumar, Ayat 23)
15. Salah satu bentuk ta'dzim atau pengagungan terhadap Al-Quran adalah hati kita bergetar dan tenang.
16. Hal yang paling baik adalah ketika kita nangis karena rindu kepada Allah Subhanahu Wataala dan salah satu caranya adalah dengan membaca atau mendengarkan Al-Qur'an.


Abdullah bin Yusran
Madinah, Kamis 23 November 2017
Editor: Muhammad Akbar, S.Pd

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keutamaan Mendengarkan Bacaan Al-Qur'an (Ustadz Dr. H. Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA)"