Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Coretan Pena Aktivis Dakwah 12: Peran Pemuda Dalam Membangun Peradaban



Oleh: Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis & Guru SMP IT Wahdah Islamiyah) 

Pemuda memang memiliki urgenitas penting dalam kebangkitan suatu peradaban. Dalam Islam sendiri, pemuda yang memiliki rasa keimanan yang tinggi dalam perjalanan sejarah selalu menjadi tulang punggung, tumpuan, maupun aktor utama dalam setiap kejayaan Islam. 
Ketahuilah bahwa sekumpulan orang-orang mukmin yang berkumpul di Daarul Arqam dan ditangan mereka tercapai kemenangan Islam, mereka semua adalah para pemuda. Usia Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pada waktu diutus menjadi nabi adalah 40 tahun, Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam, masing-masing berumur 8 tahun, Thalhah bin Ubaidillah (11), al Arqam bin Abil Arqam (12), Abdullah bin Mas’ud (14), Sa’ad bin Abi Waqash (17), Umar bin Khatthab (26), Ja’far bin Abi Thalib (18), Zaid bin Haritshah (20), Mushab bin Umair (24), Abu Bakar Ash Shiddiq (37), Hamzah bin Abdul Muthalib (42), dan puluhan bahkan ratusan sahabat selain mereka, adalah para pemuda.
Sesungguhnya diatas pundak mereka itulah dakwah Islam mereka bawa. Walaupun banyak tantangan hingga siksaan mereka hadapi, tetapi mereka tetap istiqomah di jalan cinta dan perjuangan ini. Berkat kegigihan dan perjuangan mereka akhirnya semenanjung arab dapat disatukan dalam naungan Islam. Dua imperium besar yang berkuasa, Roma dan Persia, tidak dapat berbuat banyak ketika berhadapan dengan pemuda tersebut.
Pada zaman berikutnya telah banyak tinta emas yang telah tergores dalam sejarah Islam karena pemuda yang beriman, macam Salahuddin Al Ayyubi yang berusia 31 Tahun yang telah membebaskan  Al-Aqsa dari tangan barbar Eropa atau sekelas Muhammad Al Fatih yang dapat menaklukkan Konstantinopel pada usia 23 tahun
Itulah contoh pemuda sejati, pemuda yang penuh semangat dalam perjuangan Islam. Tidak ada kata lelah, hidup dan matinya hanya untuk Allah. Karena mereka menyadari bahwa kebahagiaan hakiki adalah ketika Allah mencintainya dan ia mendapatkan Ridho dari Allah. Masa depan bagi seorang muslim sepatutnya difokuskan pada pencarian ridho Allah semata, karena inilah satu-satunya garis pembeda antara muslim dan non-muslim. Totalitas tujuan pada sang pencipta akan menghasilkan gairah luar biasa dalam menjalani kehidupan dan semangat perjuangan.  
Jika kita lihat pada saat ini, akankah pemuda masih dapat diandalkan untuk menjadi pilar kebangkitan Islam? Ketika banyak dari kita terlena akan hal-hal duniawi seperti pacaran, narkoba, miras, dan pornografi. Ketika banyak dari kita lupa akan masjid. Ketika banyak dari kita rela mengorbankan agama untuk dunia. Ketika banyak dari kita lupa akan Al-Quran dan mementingkan smartphone kita. Apakah masih ada harapan. Yang harus kita lakukan hanya membangun satu tekad dan melakukan tekad tersebut
Sesungguhnya tekad yang harus kita miliki adalah tekad yang sempurna, yang meliputi tekad mencari ilmu dan mengamalkannya, tekad dalam berdakwah dan berjihad, tekad dalam keimanan, keyakinan, sabar dan ridho, tekad melakukan koreksi dan menyatakan kebenaran, tekad memperbaiki diri sendiri dan menyampaikan hidayah kepada manusia. Kita tidak perlu tekad yang parsial, yang terbatas pada satu aspek saja. Karena tekad yang harus kita miliki adalah tekad yang menyeluruh di semua medan dakwah Islam, tidak hanya di aspek tertentu dengan mengorbankan aspek yang lainnya.
Jadikanlah umat ini mejadi umat terbaik, jadilah pemuda yang menggores tinta emas dalam kebangkitan Islam ke-2 ini.  Jadilah pemersatu umat dibawah naungan Islam. Sesungguhnya akan banyak tantangan dan hambatan yang akan menghadang tapi tetaplah istiqomah dalam jalan perjuangan ini.
Dengan demikian kita dapat melihat pemuda telah mengikrarkan dirinya untuk sebuah kebangkitan atau kemunduran sebuah kebudayaan dan peradaban Islam. Dalam sejarah dunia, pemuda terus-menerus mempelopori aksi-aksi yang mengundang decak kagum sampai hinaan yang paling hina, demikian pula terjadi pada sejarah Islam yang melahirkan mujahid-mujahid muda unggul dalam setiap tahun dan abad. Akankah pemuda kita saat ini mampu bangkit untuk melanjutkan perjuangan ini? Jawabannya ada dalam diri kita masing-masing. “Berpangkuh tangan atau turun tangan? Menjadi penonton atau pemain? Pilihanmu, menentukan hidupmu. Sebelum, hidupmu ditentukan oleh pilihan yang ada. Bergerak atau tergantikan, itu harga matinya.”


📖 Terbit DiKoran Harian Amanah Makassar (30 Oktober 2017)
Akhukum,
Muhammad Akbar bin Zaid
Makassar, 27 Oktober 2017

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Coretan Pena Aktivis Dakwah 12: Peran Pemuda Dalam Membangun Peradaban"