Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Coretan Pena Aktivis Dakwah 05: Merindukan Jalan Dakwah




Oleh: Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis & Guru SMP IT Wahdah Islamiyah) 
Mengapa kita harus merinddukan jalan dakwah, karena Allah ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan syurga” (QS. At Taubah: 111).
Hakikat kehidupan sejati seorang mukmin sebenarnya telah dibeli oleh Allah, maka sangat pantas jikalau segala aktifitas kehidupannya ditujukan hanya kepada-Nya. Allah adalah tujuan kita, menyeru kepada Allah atau berdakwah sesungguhnya mengajak kita untuk kembali kepada-Nya, memperbanyak ibadah dan amalan sholeh.
Mengapa mukmin sejati harus merinddukan jalan dakwah? Karena.
1. Dakwah Adalah Pekerjaan Yang Mulia.
Sejatinya seorang mukmin tak ada lagi waktu yang ia gunakan untuk bersantai-santai dan tertipu dengan kehidupan dunia. Jikalau perkara dunia seorang mukmin mampu menghabiskan tenaga dan pikirannya untuk mendapatkan kesenangan. Maka seharusnya pekerjaan dakwah menjadi prioritas utama dalam kehidupan seorang mukmin. 
Dakwah adalah pekerjaan yang mulia, karena Ia pekerjaan para Nabi dan Rasul, tak satupun diantara mereka yang diutus melaingkan mereka menyeru kepada Allah, mentauhidkan Allah subhanahu wata'al.
2. Dakwah Merupakan Kehidupan Yang di Ridhai Allah.
Seorang muslim yang disibukkan dengan dakwah akan senantiasa tunduk kepada Rabb dalam kehidupannya sehingga dia akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Karena itu, dakwah harus menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim, agar banyak mamfaat yang diperoleh dari dakwah yang di lakukan.
Siapa pun yang menjalangkan dakwah, maka kehidupannya akan penuh barakah. Kehidupan yang berberkah adalah kehidupan yang memiliki arti dan mamfaat. Segala yang dimiliki sang aktifis dakwah, baik uang, tenaga, waktu dan fasilitas lainnya akan dinikmati dengan penuh dengan keberkahan dan mamfaat bagi dirinya maupun orang lain.
3. Berdakwah Itu Amal Jariyah.
Berdakwah adalah salah satu amalan jariyah yang tidak akan terputus pahalanya sampai datangnya hari akhir. Hanya orang-orang yang berilmu dan mau menyampaikan ilmunya kepada siapa saja, yang akan mendapatkan amal jariyah ini. 
Merekalah para Dai, para Aktivis Dakwah, mereka tidak pernah lengah dan menyia-nyiakan kesempatan hanya untuk melamun dan bersantai-santai. Mereka bangkit dan bersemangat dalam melaksanakan tugas-tugas dakwah, baik siang maupun malam. Rasulullah pernah bersabda:
"Baransiapa yang mengajak kepada petunjuk, baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya. Tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun" (HR. Muslim).
Merindukkan jalan dakwah berarti kita sedang berjalan menuju pintu Allah yanv tak pernah tertutup oleh apapun dan ditujukan kepada siapapun hamba-Nya. Merindukkan jalan dakwah berarti membuka tabir bahwa kesempatan itu masih ada. Tak pantas untuk berhenti sebelum sampai pada tujuan.
Merindukkan jalan dakwah, meniti jalan jiwa, memasuki madrasah diniyah, menyusuri setiap lembar demi lembar buku suci, serta menemukan sari pati yang bisa kita jadikan benih untuk kemudian tumbuh menjadi pohon yang kokoh dan besar. Akarnya menghujam ketanah, batang dan daunnya menjulang ke angkasa. Semakin hari semakin kokoh, walau para predator menghinggapnya sedang anging menerpanya bagai gelombang samudera. Ia tetap kokoh, sedang buahnya enak dimakan siapa saja yang merindukkannya.
Sang perindu jalan dakwah jiwannya selalu terisi dengan mutiara nasehat yang menjernihkan jiwa, mensucikan hati dan menjadi tulang punggung kehidupannya. Maka jadilah perindu jalan dakwah sejati sebagaimana menjadi perindu syurga. Karena jalan dakwah ini akan terus berjalan sampai pada akhir tujuannya (Syurga).
Akhukum,
Muhammad Akbar bin Zaid
Makassar, 10 Oktober 2017

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Coretan Pena Aktivis Dakwah 05: Merindukan Jalan Dakwah"