Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Realitas Bangsa Indonesia: Kekayaan Melimpah Ruah, Namun Rakyat Miskin

Berapa kali Anda menanyakan kabar keluarga Anda, teman dan rekan-rekan kerja dalam sehari dan sebulannya. Demi memastikan bahwa keadaan mereka dalam keadaan baik atau bahkan mereka dalam keadaan sedih dan menangis. Karena besarnya perhatian dan rasa cinta kita terhadap mereka. Namun, pernakah kita mempertanyakan negeri yang kita cintai ini Bagaimana Kabarmu Hari Ini? Apakah engkau sedang bahagia atau engkau sedang menangis dan sedih. Maka ketahuilah keadaan Negeri-Mu saat ini dalam keadaan menangis.

Tanpa kita sadari negara yang memiliki 17.504 pulau, memiliki berbagai kekayaan alam yang melimpah ruah disepanjang pulau dan provinsi. Kekayaan hayati Indonesia seperti hutan luasnya yang tersisa menurut bank dunia pada tahun 2010 sekitar 31,065,849 ha di antaranya adalah hutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di samping itu Indonesia memiliki wilayah laut seluas 5,8 km dengan panjang garis pantai 81.000 km. Sekitar 7% (6,4 juta ton/ tahun) dari potensi lestari total ikan laut dunia berasal dari Indonesia.
Tidak ada menyangkal akan besarnya kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia dalam berbagai aspek. Berdasarkan data Indonesia Mining Asosiation, Indonesia menduduki peringkat ke-6 terbesar untuk Negara yang kaya akan sumberdaya tambang. Memiliki cadangan emas berkisar 2,3% dari cadangan emas dunia dan menduduki peringkat ke-7 yang memiliki potensi emas terbesar di dunia dengan produksi menduduki peringkat ke-6 dunia sekitar 6,7%. Salah satu contohnya produksi emas yang dikelola PT Freeport dan PT Newmont kita lakukan melalui perhitungan dengan taksiran dari setoran pajak mereka. Ini bila kita percaya kebenaran nilai pajak PT Freeport yang Rp 6 trilliun pertahun, dan ini baru 20% dari nett profit-itu artinya nett profit-nya adalah Rp 30 trilliun pertahun. Sumber lain menyebut produksi emas di Freeport adalah sekitar 200 ton emas per hari. Dengan demikian secara kasar bersama perusahaan tambang mineral logam lainnya, yakni emas/Newmont juga timah, bauksit, kapur, pasir dan lain-lain, nett profit sector pertambangan adalah minimal Rp 50 trilliun per tahun.
Lantas apa yang membuat negeri ini menangis? Padahal kekayaan alam yang begitu besar dan berlimpah ruah. Seharusnya negeri ini dalam keadaan bahagia, tentram aman dan sejahtera. Satu abad setelah kebangkitan nasional 20 Mei 1908 atau 109 tahun yang telah berlalu, perjalanan yang panjang telah dilalui. Seharusnya telah memberikan kesejahteraan dan ketentraman bagi setiap warga Negara Indonesia.
Namun, apa yang terjadi. Kesejahteraan itu hanya menjadi angan-angan bagi setiap warga Negara yang entah kapan angan-angan itu bisa terwujud. Bagaimana tidak, menurut Badan Pusat Statistik Jumlah penduduk miskin anak bangsa saat ini 27,76 juta jiwa atau sekitar (10,70%). Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 28,5 juta atau 11,3 persen dari total populasi. Dengan demikian, penduduk miskin dalam lima tahun terakhir, hanya turun 2,5 juta orang. Padahal, anggaran APBN yang secara khusus ditujukan untuk penanggulan kemiskinan sejak tahun 2011 hingga tahun 2016 mencapai Rp 842 triliun.
Bagaimana dengan data-data yang lainnya, jumlah pengangguran, tindakan kriminal, seksul, narkotika, korupsi dan lain-lain. Membuat hati kita miris melihat segala masalah dan problematika yang terjadi dinegeri kita saat ini. Melihat data-data ini, kabarnya Negeri-Mu saat ini dalam keadaaan menagis. Potensi alam yang besar tidak akan bermamfaat bagi rakyat jikalau tak dikelola dengan baik. Dalam Undang-undang dikatakan “Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat” namun nyatanya hal itu berjalan dengan baik.
Kenyataan yang ada sekarang ini masih banyaknya rakyat yang belum mendapatkan haknya secara maksimal dan kurang diperlakukan dengan adil. Salah satu peran yang mampu membuat Negeri ini kembali dalam keadaan bahagia dan tersenyum melainkan tumbuhnya kesadaran bagi pihak pemerintah bahwa kewajiban pemerintah memberikan hak, kesejahtraan dan ketentraman bagi setiap rakyat, termasuk sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia. Wahai Negeriku jangalah bersedih, karena generasi muda bangsa saat ini sedang mempersiapkan diri membuat-Mu tersenyum.
Sekarang bukan lagi waktunya diam, bersantai-santai dan berleha-leha melihat segala problematika  yang terjadi bagi negeri kita. Sosok pemerintah sesungguhnya tak mampu menyelesaikan masalah ini semua. Melainkan peran rakyat dan pemuda generasi bangsa yang saat ini dibutuhkan untuk melakukan sebuah langkah untuk mengapai sebuah proses perubahan. Jangan lihat besar kecilnya usaha seseorang melainkan lihat apa hasil dan target yang dia ingin capai. Menanamkan cita-cita bersama adalah langkah untuk mengatasi setiap masalah bersama, bukan jalan secara sendiri mengahadapi masalah yang ada, melaingkan melangkah bersama mengatasi setiap rintangan dan problematika yang ada. (*Diterbitkan di Buletin Jumat Edisi 002 SC Ar-Riyadhoh FIK UNM)
Terimah Kasih atas kunjungan Ta' semoga artikel ini bermamfaat... @Wassalam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Realitas Bangsa Indonesia: Kekayaan Melimpah Ruah, Namun Rakyat Miskin"