Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Biografi Singkat Para Sahabat Rasulullah: Sa'ad bin Ubadah radhiallahu anhu.


Setiap menyebut nama Sa'ad bin Mu'adz, pastilah disebut pula bersamanya Sa'ad bin Ubadah. Mereka berdua adalah pemuka-pemuka penduduk Madinah. Sa'ad bin Mu'adz pemuka Suku Aus, sedang Sa'ad bin Ubadah pemuka Suku Khazraj. Keduanya lebih dini masuk Islam, menyaksikan Baiat Aqabah dan hidup di samping Rasulullah sebagai prajurit yang taat dan Mukmin sejati. 
Mungkin kelebihan Sa'ad bin Ubadah karena dia satu-satunya dari golongan Anshar yang menanggung siksaan Quraisy yang dialami hanya kaum Muslimin penduduk Makkah. Adalah suatu hal yang wajar jika Quraisy melampiaskan amarah dan kekejaman mereka kepada orang-orang yang sekampung dengan mereka yaitu warga kota Makkah. 
Tetapi jika siksaan itu mencapai pada laki-laki warga Madinah, padahal ia bukan laki-laki kebanyakan, tetapi seorang tokoh di antara para pemimpin dan pemukanya, maka hal itu telah ditakdirkan hanya untuk Sa'ad bin Ubadah seorang. 
Begini ceritanya, setelah selesainya perjanjian Aqabah yang dilakukan secara rahasia, dan orang-orang Anshar telah bersiap-siap hendak kembali pulang, orang-orang Quraisy mengetahui janji setia orang-orang Anshar ini serta persetujuan mereka dengan Rasulullah SAW, di mana mereka akan berdiri di belakangnya dan mendukungnya menghadapi kekuatankekuatan musyrik dan kesesatan. 

Baca Juga:  Biografi Singkat Para Sahabat Rasulullah: Ja'far bin Abi Thalib radhiallahu anhu.

Timbullah kepanikan di kalangan Quraisy, dan mereka segera mengejar kafilah Anshar. Kebetulan mereka berhasil menangkap Sa'ad bin Ubadah. Kedua tangannya mereka ikatkan ke atas pundaknya dengan tali kendaraannya, lalu mereka bawa ke Makkah. Di Makkah, iring-iringan ini disambut massal oleh penduduk yang memukul dan melakukan siksaan pada Sa'ad sesuka hati mereka. 
Bayangkan, Sa'ad bin Ubadah, sang pemimpin Madinah, mendapat perlakuan seperti ini. Ia yang selama ini melindungi orang yang minta perlindungan, menjamin keamanan perdagangan mereka, memuliakan utusan dari pihak mana pun yang berkunjung ke Madinah, telah diikat, dipukuli, dan disiksa. Dan orang-orang yang memukulnya seolah tidak kenal padanya dan tidak mengetahui posisinya di kalangan kaumnya.
Sa'ad segera meninggalkan Makkah setelah menerima penganiayaan, sampai diketahui dengan pasti sampai di mana persiapan Quraisy untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap kaum yang tersingkir, yang menyeru kepada kebaikan, kepada hak dan keamanan. Dan permusuhan Quraisy ini telah mempertebal semangatnya sampai diputuskannya secara bulat akan membela Rasulullah saw, para sahabat dan Agama Islam secara mati-matian. 
Rasulullah saw melakukan hijrah ke Madinah, dan sebelumnya itu para sahabatnya telah lebih dulu hijrah. Ketika itu demi melayani kepentingan orang-orang Muhajirin, Sa'ad membaktikan harta kekayaannya. Sa'ad adalah seorang dermawan, baik dari tabiat pembawaan, maupun dari turunan. Ia adalah putra Ubadah bin Dulaim bin Haritsah yang kedermawanannya di zaman jahiliyah lebih tenar dari ketenaran manapun juga. Dan memang, kepemurahan Sa'ad di zaman Islam merupakan salah satu bukti dari bukti-bukti keimanannya yang kuat lagi tangguh. 
Sa'ad selalu menyiapkan perbekalan untuk Rasulullah saw dan untuk seluruh isi rumahnya. Dan jika biasanya seorang laki-laki Anshar pulang ke rumahnya membawa seorang dua atau tiga orang Muhajirin, sedang Sa'ad bin Ubadah pulang dengan 80 orang. Oleh sebab itu, Sa'ad selalu memohon kepada Tuhannya agar ditambahi rezki dan karunia-Nya. Dan ia pernah berkata, "Ya Allah, tiadalah yang sedikit itu memperbaiki diriku, dan tidak pula baik bagiku!" 
Wajarlah apabila Rasulullah mendoakannya, "Ya Allah, berilah keluarga Sa'ad bin Ubadah karunia dan rahmat-Mu!" Sa'ad tidak hanya menyiapkan kekayaannya untuk melayani kepentingan Islam yang murni, tetapi juga ia membaktikan kekuatan dan kepandaiannya.
Ia adalah seorang yang sangat mahir dalam memanah. Dalam peperangannya bersama Pasulullah SAW, pengorbanannya amat penting dan menentukan. Ibnu Abbas RA berkata, "Di setiap peperangannya, Rasulullah SAW memiliki dua bendera; bendera Muhajirin di tangan Ali bin Abi Thalib dan bendera Anshar di tangan Sa'ad bin Ubadah. "
Pada hari-hari pertama pemerintahan Khalifah Umar bin Khathab, Sa'ad pergi menjumpai Amirul Mukminin dan dengan blak-blakan berkata kepadanya, "Demi Allah, sahabat Anda, Abu Bakar, lebih kami sukai dari Anda. Dan sungguh, demi Allah, aku kurang senang tinggal berdampingan dengan Anda. " Dengan tenang Umar menjawab, "Orang yang kurang suka berdampingan dengan tetangganya, tentu akan menyingkir darinya." Sa'ad menjawab pula, "Aku akan menyingkir dan pindah ke dekat orang yang lebih baik dari Anda. " 
Dengan kata-kata yang diucapkannya kepada Amirul Mukminin Umar bin Khathab itu, tiadalah Sa'ad berarti hendak melampiaskan amarah atau menyatakan kebencian hatinya. Karena orang yang telah menyatakan ridhanya kepada putusan Rasulullah SAW, sekali-kali tidak akan keberatan untuk mencintai seorang tokoh seperti Umar, selama dilihatnya ia pantas untuk dimuliakan dan dicintai Rasulullah.
Maksud Sa'ad adalah bahwa ia tidak akan menunggu datangnya suasana, di mana nanti mungkin terjadi perselisihan antaranya dengan Amirul Mukminin. Pertikaian yang sekali-kali tidak diinginkan dan disukainya. Maka disiapkannyalah kendaraannya, menuju Suriah. Dan belum lagi ia sampai ke sana dan baru saja singgah di Hauran, ajalnya telah datang menjemputnya dan mengantarkannya ke sisi TuhannyaYang Maha Pengasih.

Sumber: Buku Sahabat-Sahabat Rasulullah Sallallahu alai’hi wasallam
Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Biografi Singkat Para Sahabat Rasulullah: Sa'ad bin Ubadah radhiallahu anhu. "