Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Biografi Singkat Para Sahabat Rasulullah: Qais bin Sa'ad radhiallahu anhu.




Qais bin Sa'ad adalah seorang pemuda lihai, banyak tipu muslihat, mahir, licin dan cerdik. Ia pernah berujar, "Kalau bukan karena Islam, aku sanggup membikin tipu muslihat yang tidak tertandingi oleh orang Arab manapun!" Pada Perang Shiffin, perang antara Ali dan Muawiyah, ia berdiri di pihak Ali. Maka duduklah ia merencanakan suatu tipu muslihat yang akan membinasakan Mu'awiyah dan para pengikutnya di suatu hari nanti. 
Namun, ketika ia menyadari bahwa muslihat itu sangat jahat dan berbahaya. Maka ia pun segera membatalkan rencana tersebut sambil memohon ampun kepada Allah, seolah-olah mulutnya berkata, "Demi Allah, seandainya Mu'awiyah dapat mengalahkan kita nanti, maka kemenangannya itu bukanlah karena kepintarannya , tetapi hanya karena kesalehan dan ketakwaan kita."
Sesungguhnya pemuda Anshar dari Suku Khazraj ini adalah dari golongan pemimpin besar, yang mewariskan sifat-sifat mulia. Ia putra Sa'ad bin Ubadah, seorang pemimpin Khazraj.Tak ada perangai lain pada dirinya yang lebih menonjol dari kecerdikannya kecuali kedermawanannya. Dermawan dan pemurah bukanlah merupakan perangai baru untuk Qais. Sebab, ia adalah keturunan orang-orang yang dikenal dermawan dan pemurah. 
Suatu hari, Umar bin Al-Khathab dan Abu Bakar Ash-Shiddiq berbicara seputar kedermawanan Qais. "Kalau kita biarkan terus pemuda ini dengan kedermawanannya, niscaya akan habis licin harta orang tuanya," kata Umar. Pembicaraan tentang Qais itu sampai kepada sang ayah, Sa'ad bin Ubadah. "Siapa yang dapat membela diriku terhadap Abu Bakar dan Umar? Diajarnya anakku kikir dengan memperalat namaku," kata Sa'ad. 
Selain itu, Qais bin Sa'ad juga terkenal dengan keberanian di medan juang. Ia juga membela Rasulullah SAW. dengan gagah berani dalam setiap pertempuran, ketika ia masih hidup. Dan ketenaran itu terhubung pada pertempuran-pertempuran yang dijalaninya setelah Rasulullah wafat. Sesungguhnya, keberanian sejati memancar dari kepuasan pribadi orang itu sendiri. Kepuasan ini bukan karena dorongan hawa nafsu dan keuntungan tertentu, tetapi karena ketulusan diri pribadi dan kejujuran terhadap kebenaran. 
Demikianlah, sewaktu timbul perselisihan antara Ali dan Mu'awiyah, Qais mengisolasi diri. Dia terus berusaha mencari kebenaran dari celah-celah kepuasannya itu. Sampai akhirnya, demi melihat kebenaran itu berada di pihak Ali, bangkitlah ia, tampil di samping sepupu Rasulullah itu dengan gagah berani pada Perang Shiffin, Jamal, dan Nahrawan.
Qais adalah salah seorang pahlawan yang berperang tanpa takut mati. Dialah yang meneriakkan bendera Anshar dengan kata-kata, "Bendera inilah bendera persatuan!" Keberanian Qais mencapai puncak dan kematangannya sesudah syahidnya Ali dan dibaiatnya Hassan.
Sesungguhnya Qais memandang Hassan ra. sebagai tokoh yang cocok menurut syariat untuk jadi Imam (Kepala Negara), maka ia pun berbaiat kepadanya. Qais berdiri di samping Hassan sebagai pembela, tanpa mempedulikan bahaya yang akan menimpanya. Ketika perang telah mencapai puncaknya dan Hassan menderita luka-luka kemudian membaiat Muawiyah, maka tanggung jawab pasukan ada di pundak Qais. 
Ia mengumpulkan mereka semua, kemudian berkata, "Jika kalian menginginkan perang, aku akan tabah berjuang bersama kalian sampai salah satu di antara kita dijemput maut terlebih dahulu. Namun, jika kalian memang memilih perdamaian, maka aku akan mengambil langkah-langkah untuk itu" pasukannya memilih yang kedua. Maka mereka meminta jaminan keamanan dari Mu'awiyah yang kemudian memberikannya dengan suka cita. 
Mu'awiyah merasa takdir telah membebaskannya dari musuhnya yang terkuat, paling gigih, serta berbahaya, Pada tahun 59 H, di Kota Madinah Al-Munawwarah, telah pulang ke rahmatullah seorang pahlawan. Seorang pemberani yang dengan keislamannya dapat mengendalikan kecerdikan dan keahlian tipu muslihat menjadi obat penawar bisa. Pria yang pernah berkata, "Kalau tidaklah aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Tipu daya dan muslihat licik itu di dalam neraka,"  Niscaya akulah yang paling lihai di antara umat ini! " itu pun menemui Rabb-nya.Meninggalkan nama harum sebagai seorang laki-laki yang jujur, terus terang, dermawan dan berani.


Sumber: Buku Sahabat-Sahabat Rasulullah Sallallahu alai’hi wasallam
Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Biografi Singkat Para Sahabat Rasulullah: Qais bin Sa'ad radhiallahu anhu. "