Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

8 Hal Yang Membuat Anda Akan Gagal! (bag-1)

Hilary Bergsieker profesor ilmu perilaku sosial dari Psychology Department Universitas Waterloo, Canada, mengatakan kerusakan dalam berpikir dan bersikap dikarenakan “racun” dan energi negatif dalam pikiran kita. Pribadi yang sehat adalah amazing people yakni pribadi yang menarik, disukai, memiliki hubungan win-win dan bermanfaat bagi orang lain. Sebaliknya perilaku yang rusak dan beracun atau toxic behavior, akan menimbulkan gesekan, persinggungan, pertengkaran dan rasa tidak nyaman kepada orang lain.
Hilary Bergsieker menggaris bawahi perilaku buruk dan beracun atau toxic behavior yang terjadi dalam hubungan antar manusia yang sering menyebabkan perilaku seseorang membuat pihak lain menderita dan terbebani. Perilaku dan sikap buruk diterjemahkan penulis sebagai 8 “racun” dalam kehidupan kita yang dapat mengancam relasi hubungan dan pergaulan antar individu maupun kelompok dalam ruang lingkup organisasi, perusahaan, teman, rumah tangga, relasi dll.
1. Arrogance = Kesombongan
Kalau kita bertindak sombong terhadap orang lain maka adrenalin negatif akan menumpuk dalam pikiran dan hati kita. Badan kita akan menghasilkan energi negatif yang cenderung kuat menolak hal-hal yang baik, sekalipun datang dari orang yang kita anggap benar. Kesombongan adalah racun terbesar yang menutup daya pikir, akal sehat dan nalar kita terhadap hal positif dan menolak pembangunan hubungan antar manusia atas dasar keseimbangan, harmonisasi, dan manfaat bagi semua orang.
Kesombongan bisa terjadi karena sikap keakuan yang kuat dan memandang dirinya lebih superior dan sukses dibanding orang lain. Orang yang bersikap seperti ini karena kurang memiliki sikap empati terhadap pemahaman bahwa pada dasarnya setiap orang adalah subjek dan bukan objek dalam ruang lingkup kehidupan.
Contoh: ketika kita sukses maka kita menganggap bahwa prestasi tersebut adalah semata-mata karena kerja keras diri sendiri, dan bukan karena bantuan dan peranan dari teman, bawahan atau anggota keluarga dll, yang sebenarnya turut memiiiki andil.
2. Ignorance = Ketidakpedulian
Ignorance terjadi karena tidak peka dan ketidakpedulian terhadap apa yang terjadi di sekeliling kita.
Contoh: kalau ada orang sedang kesusahan, kelaparan, berduka atau menderita, maka empati atau rasa kasihan tidak akan muncul dari diri kita.
Ketidakpedulian melahirkan kekacauan dalam relasi antar manusia. Ignorance muncul karena kita takut berbagi perhatian dan kepedulian, dan menilai orang lain yang menderita semata-mata karena faktor nasib. Bukan karena faktor situasi yang mungkin bisa dirubah karena bantuan dan perhatian kita.
Hati nurani bisa timbul karena persepsi yang benar dalam pikiran kita dan membawa hati dan perasaan kita dalam bentuk simpati dan empati. Ketidakpedulian melahirkan penyakit dan racun sosial dalam pikiran dan hati kita.
3. Denial = Penyangkalan
Seberapa sering kita menyangkal terhadap apa yang telah kita perbuat dan merugikan pihak lain. Penyangkalan disebabkan karena kita tidak memiliki “jiwa dalam pikiran kita”. Kita kehilangan kesadaran untuk berani mempertanggungjawabkan atas apa yang kita lakukan.
Penyangkalan kerap membuat kita buta terhadap realitas yang sebenarnya. Ketika kebanyakan orang lain mengatakan warna putih adalah putih, maka kita tetap mengatakan hitam. Penyangkalan terjadi karena kita tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Contoh: jika tim kerja kita mengalami kemerosotan kinerja, maka kita melepas tanggung jawab dan kenyataan sebenarnya, dan menyangkal dengan memberikan argumentasi dan pembelaan diri bahwa semuanya tetap berjalan baik.
4. Tinkering = Mengerjakan sesuatu tanpa keahlian
Banyak kisah nyata sukses yang terjadi di masyarakat yang dimulai dengan tindakan dan cara berpikir hal-hal kecil dan sederhana. Dari situ kita dapat memupuk, melatih dan mengasah secara bertahap dan menjadikannya suatu keahlian yang kita kuasai. Untuk menjalankan suatu pekerjaan apa pun kita dituntut memiliki kemampuan dan keahlian baik secara praktik, teori dan pengetahuan yang cukup dan seimbang
Tinkering bisa terjadi karena kita tidak mau belajar dan melatih diri agar menjadi lebih cakap. Akibatnya sering menjadi hambatan bagi orang lain. Kalaupun kita telah merasa pandai dan tidak mau terus belajar, maka kualitas keahlian akan menurun. Maka kemampuan kita bukan menjadi obat, tetapi dapat menjadi racun bagi orang lain.
Untuk mengubah keadaan, kita hendaknya berani memberikan pengorbanan melalui tenaga, pikiran, waktu, bahkan biaya, agar kita semakin berilmu dan tidak menjadi beban pihak lain.
Contoh tinkering: seorang penjual tidak mau belajar dari penjual yang sukses, membaca buku-buku penjualan atau mempraktekkan secara konsisten, disiplin dan teratur. Akibatnya prestasi penjualan tidak pernah dicapai dan merugikan perusahaan serta dirinya sendiri.
Terimah Kasih atas kunjungan Ta' semoga artikel ini bermamfaat... @Wassalam


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "8 Hal Yang Membuat Anda Akan Gagal! (bag-1)"