Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Biografi Singkat Para Sahabat Rasulullah: Abdullah bin Mughafal radhiallahu anhu.



Abdullah bin Mughafal, nama panggilannya Abu Sa'id atau Abu Abdurrahman atau Abu Ziad. Karena ia memang memiliki anak-anak yang bernama Sa'id, Abdurrahman, Ziad dan lain-lain yang berjumlah tujuh orang. Dia adalah termasuk golongan sahabat yang ikut melakukan Bai'atur Ridwan atau Bai'atus Sajarah, yaitu sumpah setia yang dilakukan di bawah pohon, di tempat yang bernama Hudaibiyah pada tahun 7 Hijriyah. "Aku termasuk di antara orang-orang yang berada di bawah pohon di mana Nabi SAW mengambil bai'at dari para sahabat," tuturnya. 
Sejak itu, Abdullah bin Mughafal tak pernah absen dalam perjuangan menegakkan dan menyebarkan agama Islam bersama Rasulullah sampai wafatnya, kecuali pada Perang Tabuk. Pada waktu Perang Tabuk, Abdullah bin Mughafal tidak bisa ikut karena medannya yang sangat jauh dan sulit. Sampai hari keberangkatan, ia gagal mendapatkan kendaraan perang dan biaya perjalanan. Hal inilah yang membuatnya sedih. Apalagi waktu itu Rasulullah juga tidak dapat mengusahakan kendaraan untuknya. 
Ia pun mengadukan masalahnya kepada Tuhannya dengan cara menangis. Namun sedihnya menjadi sirna ketika mendengar bunyi ayat yang baru diturunkan kepada Nabi SAW:
Artinya  : "Dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu." lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata Karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan."  
(QS. At-Taubah : 92)
Untuk sementara, ia senang karena termasuk di antara orang yang dimaksud dalam ayat itu. Namun ia masih tetap bersedih hati lantaran tidak dapat ikut bertempur dan tidak dapat mengikuti jejak Rasulullah SAW. Pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, Abdullah bin Mughafal tetap ikut dalam peperangan untuk menumpas kaum yang murtad dan tidak mau mengeluarkan zakat. 
Pada zaman Khalifah Umar dan Utsman, ia juga tidak ketinggalan dalam usaha menyebarkan Islam ke daerah-daerah Timur Tengah lainnya. Ketika wilayah Irak telah di Islamkan, Khalifah Umar secara beruntun mengirimkan sepuluh orang ahli fikih untuk mengajarkan agama di Bashrah, termasuk Abdullah bin Mughafal. 
Ia meriwayatkan sejumlah hadits Rasulullah. Pada masa pemerintahanan Khalifah Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mughafal memilih tinggal di Bashrah. Di sana ia memiliki sebuah rumah yang dibangun di dekat masjid. Di rumahnya inilah ia menghabiskan sisa hidupnya dengan mengajar dan beribadah. Abdullah bin Mughafal wafat pada 60 H, pada akhir masa pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan.


Sumber: Buku Sahabat-Sahabat Rasulullah Sallallahu alai’hi wasallam
Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Biografi Singkat Para Sahabat Rasulullah: Abdullah bin Mughafal radhiallahu anhu."