Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Renugan Untuk Aleppo: Negeri Siapa yang Sedang Berduka?






 Bumi Syam memanas, serangan demi serangan yang di lancarkan kaum syiah  dan kekuatan kafir dunia tak henti-hentinya menghancurkan bangunan kaum muslim di Suriah. Dengan dalih menyerang ISIS atau IS, mereka membentuk koalisi kafir salib( Amerika dan Prancis), syiah majusi( Iran dan Suriah), dan komunis( Rusia, Cina, dan Korea). Padahal 95% rudal dan serangan mereka mengarah kepada para pejuang selain IS seperti Jabhatun Nusroh, Ahroru Syam, dan kelompok oposisi lainnya. Tak cukup hanya para pejuang, penduduk sipil juga menjadi sasaran koalisi tersebut, termasuk di dalamnya perempuan dan anak – anak.
Sedangkan di Palestina, kaum zionis Yahudi tak juga menghentikan kekejamannya kepada rakyat palestina. Berdalih menyerang teroris, mereka terus membunuhi penduduk sipil. Termasuk ketika intifadzoh rakyat palestina dengan menggunakan pisau, kaum zionis semakin bebas membantai kaum muslimin dengan alasan karena ia membawa pisau. Meskipun tak sedikit kaum muslimin yang mereka bantai padahal tak bersenjatakan apapun. Sedangkan mereka sendiri telah mendidik anak anak mereka sejak dini untuk membenci rakyat palestina dan mengajarkan mereka senjata.
Begitulah kondisi bumi Syam hari ini. Bumi yang sudah terbiasa mencium bau anyirnya darah kaum muslimin. Bunyi bom menjadi lagu wajib di bumi yang berbarokah tersebut. Asapnya menjadi panorama alam yang biasa terlihat di sana. Sedangkan mayat, tak ubahnya seperti dedaunan jatuh, yang dapat kita temukan di mana mana.


Jauh berbeda dengan negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia. Negeri kita tercinta ini memiliki harta yang melimpah ruah. Setiap ruas tanah mengandung kekayaan, batang yang di patahkan lalu di tancapkan saja bisa menghasilkan makanan yang mengenyangkan. Buah buahan selalu ada sepanjang tahun, dengan macam macamnya sesuai musimnya. Airnya mengandung macam macam ikan. Gunungnya pun mengandung emas yang sangat melimpah. Bahkan bisa di katakan setiap jengkalnya mengandung nikmat dari Allah Ta’ala.
Lantas jika disodorkan sebuah pertanyaan negeri siapa yang lebih berduka?. Secara kasat mata semua orang akan menganggap bumi Syam adalah tempat ujian keimanan yang paling besar. Padahal jika kita lihat dari sisi lain, tak selamanya pernyataan tersebut benar. Bumi Syam memang di lingkupi dengan ketidak tenangan, rasa takut menyelimuti di setiap detik dan tempat. Tapi, mereka memiliki pembatas keimanan yang jelas. Iman menjadi sangat nampak, dan tak lagi samar-samar. Bagi yang bersabar dan ikhlash di antara mereka, telah jelas Allah janjikan surga-Nya. Setiap rintihan rasa sakit mereka adalah pahala di sisi-Nya. Setiap rasa dingin yang menyayat tubuh mereka, telah bertambah pula catatan amal di sisi-Nya. Bangunan-bangunan yang menjadi tempat mereka tinggal runtuh, telah di ganti oleh Allah dengan rumah rumah di surga-Nya.
Nyawa yang gugur di bumi Syam menyaksikan pahala dan kemuliaan yang Allah janjikan untuknya. Luka dan darahnya menjadi saksi baginya di hari kiamat. Ruhnya dipersilahkan masuk surga sedangkan ruh-ruh lain terhalang masuk sebelum hari kiamat. Karena Allah telah membeli harta dan jiwanya dengan surga. Sehingga ia ingin di hidupkan kembali untuk merasakan kembali sepuluh kematian yang sama.


Berbeda dengan kondisi kita saat ini, pembatas keimanan menjadi abu-abu. Ada banyak syubhat yang menjadikan kita hidup di antara ketidak jelasaan. Ada banyak maksiat yang menjadikan kita terhalang untuk merasakan manisnya ibadah. Akibatnya memang bukan dengan berkurangnya harta, karena harta kita tetaplah banyak. Tapi ibadah yang menjadi menjadi pengisi ruh kita menjadi tidak bermakna lagi. Ada juga orang orang yang berkata tanpa ilmu, yang dengannya telah membuat syubhat yang banyak menyesatkan umat. Bahkan banyak kita jumpai ahli ilmu tapi bukan ahli amal, begitu banyak menyebar seruan tapi lupa pada diri sendiri yang menyeru.
Indonesia memang negara yang damai, tapi hakikatnya ada perang yang tak jauh dahsyatnya dengan yang terjadi di bumi syam. Perang pemikiran memanglah tak setampak perang fisik, tapi akibatnya jauh lebih mengerikan karena korbannya banyak yang tidak tersadarkan. Maka tak salah jika kita katakan negeri kita ini juga berduka, berduka dengan lemahnya iman dan samarnya antara haq dan bathil. Bahkan lebih tampak lagi ketika kita tak mau peduli dengan saudara saudara kita di bumi Syam yang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Jangan sampai kita terus terlena dengan fitnah di negeri kita ini dan lupa dengan para saudara kita akibat serangan pemikiran yang juga di lancarkan oleh barat dan sekutunya. Allahul Musta’aan. (WWW.BUMISYAM.COM).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Renugan Untuk Aleppo: Negeri Siapa yang Sedang Berduka?"