Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Materi Tarbiyah Ta'rifiyah: Urgensi Tarbiyah Islamiyah

§  Tujuan :
-          Menumbuhkan motivasi/menumbuhkan dorongan/memberikan stimulan kepada peserta tarbiyah mutarabbiyah agar konsisten terhadap tarbiyah
-          Menanamkan keyakinan akan pentingnya tarbiyah islamiyah dalam perjuangan Islam

§  Urgensi Tarbiyah Islamiyah :
1.      Solusi terhadap seluruh kompleksitas problema ummat
Bahwasanya ummat islam pada hari ini itu tidak seperti lagi dengan ummat terdahulu, kejayaan yg telah diraih oleh ummat2 terdahulu itu tidak lagi terdapat pada ummat sekarang ini. Termasuk sifat2 dan karakteristik mereka tidak  ada pada ummat skrg ini. Inilah disebut dengan problematika ummat. Akibatnya dari problematika ummat tersebut maka ummat ini bukan lagi berada pada bangsa pemimpin tapi berada pada bangsa yang dipimpin sehingga perlu kita sedari bahwa sudah berapa banyak bangsa yang dipimpin oleh amerika. Tentunya bagi setiap muslim yang komitmen dgn agamanya, ia tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi.
Makanya kita dapat mengingat : Perkataan Imam Malik
”Tidak akan jaya ummat ini hingga ia kembali kepada kemuliaan umat terdahulu”.

2.      Tarbiyah wadah utama menuntut ilmu
ü  Wajibnya menuntut ilmu syar’I (fardhu ‘ain)
-          Ilmu syar’I menjaga eksistensi kemanusiaan kita
QS. 7 : 179
179. dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.

-          Iman dan amal shalih bisa didapatkan dengan ilmu syar’i
QS. 95 : 4-6
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
5. kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

-          Tidak bolehnya mengikuti sesuatu yang kita tidak memiliki pengetahuan tentangnya
QS. 17:36
36. dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

ü  Ilmu sebelum perkataan dan amal
QS. 17 : 36
36. dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

3.      Pencetak kader
ü  Merupakan unsur utama perubahan
Mengapa kita memerlukan kader/Rijal, hal itu dikarenakan bahwasanya kader itu merupakan unsur perubah. Bahkan merupakan unsur utama dalam perubahan. Dan perubahan yg dimaksudkan disini adalah perubahan menjadi lebih baik. Contohnya Dari tingginya harga sembako menjadi terjangkau ataukah perubahan dari tidak berjalannya syariat menjadi jalannya syariat.. Namun kader ini tidak akan pernah muncul jika tidak ada tarbiyah dan rijal/pemimpin didalamnya.
Yang dimaksud dari kata Rijal adalah Sahabat Rasulullah. Rijal juga menunjukkan kualitas bukan jenis kelamin shg akhwat dpt juga disebut rijal.
ü  Menjaga keberlanjutan dakwah
Mengapa kita perlu mesin pencetak kader, hal ini dikarenakan bahwasanya kita memerlukan istimrariyah dakwah/ keberlanjutan dakwah ini sehingga keberlangsungan dakwah ini tidak akan mandeg.

4.      Mengokohkan / menguatkan dan meningkatkan keimanan
Diharapkan bahwasanya dengan tarbiyah, seseorang dapat memelihara bahkan menguatkan imannya. Hal itu dikarenakan bahwasanya :
ü  Keimanan itu bisa naik dan bisa pula turun.
Iman itu berfluktuasi yaitu iman itu bisa naik jika kita melakukan keta’tan dan ia turun jika kita banyak melakukan kemaksiatan. Sehingga kita butuh sarana/wadah yaitu dengan tarbiyah ini, setidaknya keimanan kita dapat stabil/dalam keadaan standar.
Ibnul Qayyim, melihat gurunya saja sudah mengokohkan iman.
Tidak ada nikmat yang berharga dari Allah kecuali nikmat keimanan. Sehingga ketika kita dipaksa disuruh untuk memilih antara nikmat hidup dengan nikmat iman maka kita dapat memilih nikmat iman.
Contohnya keluarga Yasir rela mengorbankan nikmat hidupnya dibanding nikmat imannya hilang, begitupula dengan kisah Syaikh Kutub yang rela mengorbankan dirinya ditiang gantungan dibanding kehilangan nikmat imannya.
Sehingga tidak ada gunanya harta dan popularitas yang kita miliki jikalau  kita itu hanya sakit-sakitan
Nikmat iman adalah nikmat yang paling berharga
ü  Syarat utama meraih kebahagiaan dunia dan akhirat
Nikmat Iman itu ibarat nilai kaku yang hakiki sedangkan nikmat dunia yang lain itu bernilai nol sehingga jika semua kenikmatan disandingkan dengan nikmat dunia maka tak ada nilainya karena ia dikalikan dengan angka nol.
QS. 16 : 97
97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
[839] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

5.      Berperan dalam menguatkan ikatan persaudaraan
Makanya dalam istilah ukhuwah iu adalah Usrah atau keluarga. Mengapa disebut keluarga agar  suasana di dalam tarbiyah itu memang merasa keluarga. Murabbiyah sebagai ibu kita sedangkan yang lain itu adalah saudara-saudara kita.
Mungkin di luar sana ada yang seperti kita namun bedanya terkadang di sana terdapat celaan-celaan bahkan ketidakjujuran yang terjadi.

6.      Media untuk menumbuhkan dan melejitkan potensi
ü  Bahwasanya dengan tarbiyah ini maka potensi tersebut dapat tersalurkan dan terarah dengan baik sehingga potensi2 rijal dapat tersalurkan karena dakwah islamiyah ini dapat terwujud dengan baik.
ü  Perjuangan dakwah ini membutuhkan potensi rijal yang beragam. Sehingga potensi kader kita dapat itqan atau profesional dalam potensinya sendiri. Walaupun keterampilan/potensinya hanya seorang supir tapi ia harus itqan di dalamnya.
ü  Pemanfaatan potensi itu untuk amal islamiyah dan untuk perjuangan, itu merupakan konsekwensi syukur nikmat. Karena potensi yang kita punya bukan berasal dari diri kita namun merupakan kesyukuran yang diberikan oleh Allan.

7.      Wasilah untuk pengorganisiran amal jama’i
Amal ama’i membutuhkan profesionalitas. Sehingga profesionalitas dapat terwujud jika banyak berlatih dalam amal jama’i. Seperti contohnya penyiar TV, dia ahli dalam profesinya ketika ia banyak berlatih begitupula pada seorang guru, ketika ia ditanya dengan pelajaran yang ia pelajari maka walaupun sambil tidur ia akan dapat menjawab. Hal itu karena ia banyak berlatih sehingga ia telah ahli/profesional dalam profesinya.



§  Dampak Tarbiyah yang Mandeg
1.      Tidak akan lahir kader, atau kader jadi mandul
à Dengan tarbiyah akan memproduksi kader
à Perjuangan Islam membutuhkan adanya kader
2.      Tidak terjadi perkembangan dakwah
à kurangnya kader da’i
à Lemahnya kualitas da’i
      Oleh karena itu diadakan daurah tarqiyah ( untuk peningkatan kualitas)
3.      Lahirnya orang-orang yang isti’jal / tergesa-gesa;
Ingin cepat menuai hasil, tidak sabat dengan waktu yang panjang
à tarbiyah yang parsial, tidak menyeluruh, hanya menekankan pada satu sisi
à tidak terjadi tarbiyah yang istimror
4.      Futhur
Kader futur di tengah jalan.
Muwashafat Tarbiyah
Muwashafat adalah sifat-sifat atau karakter individu yang menjadi tujuan akhir tarbiyah sesuai tahapannya. Muwashafat tarbiyah mencakup sepuluh poin cirri pribadi muslim sebagai berikut :
1. Aqidah yang Lurus
Banyak sekali fakta di masyarakat Islam yang mengalami penyimpangan aqidah yang sangat beragam. Banyak dari mereka yang percaya kepada dukun, paranormal, tukang ramal, bahkan hingga mendatangi kuburan untuk meminta pertolongan. Dengan program tarbiyah, seorang muslim diarahkan untuk menghindari berhubungan dengan jin, tidak datang ke tempat peramal, dukun, mengusap-usap kuburan untuk meminta pertolongan, atau penyimpangan-penyimpangan akidah yang lain. Selain itu, seorang muslim juga harus pandai menyikapi berbagai ideology seperti liberalisme, kapitalisme, sosialisme, feminism, dll.

2. Ibadah yang Benar
Ibadah adalah bentuk penghambaan manusia kepada Tuhannya yaitu Allah SWT dengan tata cara tertentu. Dalam tarbiyah, seorang muslim dituntun untuk dapat mengerjakan ibadah yang benar agar terhindar dari kesalahan dalam ibadah yang mengakibatkan tidak diterimanya ibadah kita kepada Allah SWT. Tidak hanya memperhatikan kebenaran dalam beribadah tetapi juga waktu pelaksanaannya, frekuensinya, dan kekhusyukannya. Seorang muslim akan dibiasakan shalat qiyamul lail, bersedekah, berpuasa sunnah, menjaga tubuh dari dosa, membaca Al-Qur’an, berdzikir kepada Allah, dan ibadah-ibadah lainnya. Semua itu tentu dilaksanakan secara bertahap untuk mencapai tujuan.

3. Akhlak yang Terpuji
Tarbiyah senantiasa mendidik seorang muslim agar merakhlak terpuji seperti yang dicontohkan Rasulullah. Akhlak yang mulia itu seperti : menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memenuhi janji, berbakti pada orang tua, menutup aib orang lain, memiliki rasa malu untuk berbuat kesalahan, dsb. Selain itu seorang muslim juga dibiasakan untuk menghindari perbuatan tercela seperti : menjauhkan prasangka buruk, menjauhi ghibah atau membicarakan aib orang lain, tidak sombong, tidak berbohong, tidak mencaci maki dan lain sebagainya.

4. Sehat dan Kuat Jasmani
Tarbiyah membiasakan seorang muslim agar menjaga tubuhnya, menjaga kebersihan badan, komitmen dalam berolahraga, meninggalkan kebiasaan yang berpengaruh buruk pada kesehatan seperti merokok dan mengkonsumsi makanan yang membahayakan tubuh. Dengan pola hidup sehat diharapkan seorang muslim dapat memiliki kekuatan, kesehatan, dan kebugaran fisik.

5. Intelek dalam Berfikir
Setiap muslim dituntut untuk memiliki wawasan yang luas. Ia harus dapat memanfaatkan setiap waktu yang tersedia untuk mencari dan mengembangkan ilmu baik ilmu tentang keislaman maupun ilmu umum. Dengan tarbiyah, ia juga dibina unuk dapat menyadari adanya peperangan Zionisme terhadap dunia Islam, menyadari adanya ghazwul fikr (perang pemikiran), mengetahui oraganisasi-organisasi terselubung yang membahayakan umat Islam. Pendidikan ini dilakukan agar umat Islam berhati-hati dalam bersikap dan berdakwah.
6. Melawan Hawa Nafsu
Dengan tarbiyah, individu muslim diarahkan untuk memerangi hawa nafsunya dan bersungguh-sungguh melawan rayuan setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kejahatan dan kebatilan. Seorang muslim akan dibiasakan untuk menjauhi yang haram, menjauhi tempat-tempat maksiat, tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan, dan selalu menyertakan niat baik dalam segala aktivitas.

7. Pandai menjaga Waktu
Setiap muslim wajib untuk menghargai waktu yang diberikan oleh Allah SWT. Kita harus mampu memeliharanya agar terhindar dari kelalaian. Waktu kita amat terbatas sedangkan kewajiban kita sangat banyak. Untuk itu, kita dituntut agar tidak menunda pekerjaan. Apbila sebuah pekerjaan bisa dilakukan sekarang, maka lakukanlah sekarang, jangan ditunda-tunda. Kebiasaan mentolerir keterlambatan akan menjadi  watak dan karakter yang sangat tidak sesuai dengan syariat Islam. Individu muslim harus hendaknya memberi contoh keteladanan dalam ketepatan waktu.

8. Teratur dalam Segala Urusan
Dalam kehidupan keseharian, kemampuan memanage sangatlah dibutuhkan untuk mengatur sebuah urusan dari mengatur kos atau tempat tinggal, mengatur perabotan atau peralatan, mengatur jadwal kegiatan, mengelola berbagai amanah, hingga mengatur kelompok bekerja. Segala hal yang teratur akan mudah untuk diselesaikan dan terhindar dari kegagalan.

9. Memiliki Jiwa Kemandirian dari Segi Ekonomi
Setiap individu muslim dituntut agar mempuyai potensi dan kreativitas dalam menyelesaikan malasah kehidupan. Program tarbiyah akan mengarahkan setiap individu muslim untuk memiliki spesialisasi agar bisa mendapatkan kemanfaatan finansial dari spesialisasi tersebut. Kita juga dibiasakan untuk menjauhi sumber penghasilan haram, menjauhi riba, menjauhi judi, memperbanyak infaq dan sadaqah, dan menabung walaupun sedikit.

10. Bermanfaat bagi Orang Lain
Jangan sampai keberadaan kita di tengah masyarakat tidak memberi manfaat pada orang sekitar kita atau justru malah menjadi masalah bagi orang lain. Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan untuk memberi kebermanfaatan kepada orang lain. Memberi pertolongan medis kepada orang sakit, hingga memberi pertolongan logistik atau barang. Ikut mengumpulkan bantuan bagi daerah yang terkena bencana, hingga ikut peduli pada krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, Irak, dll. Bentuk bantuan yang bisa kita berikan dapat berupa uang, jasa, sehingga kita ikut berperan dalam membantu sesama muslim.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Materi Tarbiyah Ta'rifiyah: Urgensi Tarbiyah Islamiyah"