Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Materi Tarbiyah Ta'rifiyah: Al Wala Wal Bara.

§  Tujuan Penyajian Materi :
  1. Agar peserta tarbiyah mengetahui bahwa salah satu bagian terpenting dari aqidah Islam adalah al wala wal bara.
  2. Agar peserta tarbiyah mengetahui kepada siapa wala yang sempurna diberikan dan kepada siapa bara-ah yang sempurna diberikan.
  3. Agar peserta tarbiyah memahami sikap yang benar dalam wala dan bara terhadap ahli bid'ah dan ahli maksiat dari kaum muslimin.
  4. Agar peserta tarbiyah mengetahui bentuk-bentuk wala' kepada kaum muslimin.
  5. Agar peserta tarbiyah mengetahui contoh-contoh wala' kepada orang kafir.
  6. Agar peserta tarbiyah dapat membedakan antara mudarah dan mudahanah.

§  Al Wala
Ø  Definisi
þ  Dari sisi bahasa al wala' berasal dari kata al walyu yang artinya kedekatan.
þ  Secara istilah bermakna kecintaan dan pertolongan maksudnya kedekatan kepada kaum muslimin dengan mencintai mereka dan menolong mereka untuk menghadapi musuh-musuhnya dan tinggal bersama dengan mereka.
Ø  Wala' seorang mu'min hanya diberikan kepada Allah, Rasul dan orang-orang beriman
QS. 5 : 55 – 56
55. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).
56. dan Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, Maka Sesungguhnya pengikut (agama) Allah[423] Itulah yang pasti menang.
 [423] Yaitu: orang-orang yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya.

QS. 8 : 73
73. Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai Para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu[625], niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.
          [625] Yang dimaksud dengan apa yang telah diperintahkan Allah itu: keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin.

Orang-orang beriman dalam hal ini ada tiga macam:
þ  Orang yang sempurna keimanannya
þ  Ahli maksiyat, dicintai sesuai kadar keimanan dan ketaatannya dan dibenci sesuai kadar kemaksiatannya.
þ  Ahli bid'ah, dicintai sesuai kadar keimanan dan ketaatannya dan dibenci sesuai kadar  kebid'ahannya.

Ø  Wala' adalah  bagian dari iman karena itu tidak ada wala' sama sekali untuk orang kafir
QS. 5:51  
51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.



QS. 60:1
1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; Padahal Sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. dan Barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, Maka Sesungguhnya Dia telah tersesat dari jalan yang lurus.

QS.58:22)
22. kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan[1462] yang datang daripada-Nya. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.
  [1462] Yang dimaksud dengan pertolongan ialah kemauan bathin, kebersihan hati, kemenangan terhadap musuh dan lain lain.

§  Al Bara
Ø  Definisi
Dari sisi bahasa bermakna kejauhan dan pemutusan.
Secara istilah bermakna kebencian dan permusuhan maksudnya pemutusan hubungan hati dengan orang-orang kafir dengan tidak mencintainya, tidak menolongnya dalam agamanya dan tinggal di negeri mereka.
Ø  Bara-ah seorang mu'min ditujukan kepada orang-orang kafir secara penuh (QS. 9:1,3 dan QS. 60:4) dan kepada sebagian dari orang-orang beriman yaitu ahli maksiyat dan bid'ah. Maka orang-orang beriman yang bermaksiyat atau berbuat bid'ah dicintai karena keimanan mereka  dan dibenci karena maksiyat atau bid'ah mereka.
QS. 9 : 1 – 3
1. (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah Mengadakan Perjanjian (dengan mereka).2. Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa Sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan Sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir[627].
3. dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar[628] bahwa Sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, Maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
[627] Sebelum turunnya ayat ini ada Perjanjian damai antara Nabi Muhammad s.a.w. dengan orang-orang musyrikin. di antara isi Perjanjian itu adalah tidak ada peperangan antara Nabi Muhammad s.a.w. dengan orang-orang musyrikin, dan bahwa kaum muslimin dibolehkan berhaji ke Makkah dan tawaf di Ka'bah. Allah SWT membatalkan Perjanjian itu dan mengizinkan kepada kaum muslimin memerangi kembali. Maka turunlah ayat ini dan kaum musyrikin diberikan kesempatan empat bulan lamanya di tanah Arab untuk memperkuat diri.
[628] Berbeda Pendapat antara mufassirin (ahli tafsir) tentang yang dimaksud dengan haji akbar, ada yang mengatakan hari Nahar, ada yang mengatakan hari Arafah. yang dimaksud dengan haji akbar di sini adalah haji yang terjadi pada tahun ke-9 Hijrah.

QS. 60 : 4
4. Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. kecuali Perkataan Ibrahim kepada bapaknya[1470]: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan Kami hanya kepada Engkaulah Kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah Kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah Kami kembali."
[1470] Nabi Ibrahim pernah memintakan ampunan bagi bapaknya yang musyrik kepada Allah : ini tidak boleh ditiru, karena Allah tidak membenarkan orang mukmin memintakan ampunan untuk orang-orang kafir (Lihat surat An Nisa ayat 48).

§  Beberapa contoh dari sikap salaf
a)      Dalam sikap wala' :
þ  Wala' kaum anshar terhadap muhajirin (QS. 59:9)  
9. dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung
þ  Sikap Ka'ab bin Malik ra ketika diboikot.
þ  Sikap seorang muslim dalam kisah sebab terjadinya perang Qainuqa'.
þ  Sikap kaum muslimin ketika mendengar desas-desus tentang terbunuhnya Utsman ra.
b)      Dalam sikap bara' :
þ  Sikap Nabi Ibrahim 'alaihissalam kepada kaumnya yang kafir (QS. 60:4)
4. Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. kecuali Perkataan Ibrahim kepada bapaknya[1470]: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan Kami hanya kepada Engkaulah Kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah Kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah Kami kembali."
[1470] Nabi Ibrahim pernah memintakan ampunan bagi bapaknya yang musyrik kepada Allah : ini tidak boleh ditiru, karena Allah tidak membenarkan orang mukmin memintakan ampunan untuk orang-orang kafir (Lihat surat An Nisa ayat 48).
þ  Sikap Abu Ubaidah bin Al Jarrah terhadap bapaknya dalam perang Badar (QS. 58:22).
þ  Sikap Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul terhadap bapaknya dalam kisah perang Tabuk (QS. 63:8).

§  Fenomena Wala Terhadap Orang Kafir
a)      Tasyabbuh
b)      Ikut merayakan hari raya mereka
c)      Menjadikannya sebagai orang kepercayaan dan pemegang rahasia (QS. 3:118) 
118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
d)     Meminta pertolongan/bantuan/mempekerjakan mereka, hal ini ada dua keadaaan:
1.      Dalam posisi yang memegang dan menguasai urusan kaum muslimin maka tidak diperbolehkan  (QS. 3:118).
2.      Dalam posisi/pekerjaan yang tidak mendatangkan bahaya bagi kaum muslimin seperti membangun rumah, jalan dan lain-lain apabila tidak ada diantara kaum muslimin yang dapat mengerjakannya sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyewa penunjuk jalan yang musyrik ketika beliau berhijrah.
e)      Memberi ucapan selamat dan ta'ziyah, karena hal tersebut akan melahirkan wala' dalam hati (sadd adz dzari-ah)

§  Mudarah dan Mudahanah
a)      Mudarah
Berkata Al Qurthuby : المداراة بذل الدنيا لصلاح الدنيا أو الدين أو هما معاً (mudarah adalah mengorbankan dunia untuk kepentingan dunia atau agama atau keduanya). Seperti bersikap dan berkata lembut serta tidak bersikap kasar dan keras kepada seorang jahil atau fasik dalam keadaan dia tidak melakukan kefasikannya dengan tujuan agar dia tertarik kepada da'wah. Atau berpaling darinya ketika dia melakukan kefasikannya untuk menghindari keburukannya atau untuk menghindari keburukan yang lebih besar. Mudarah hukumnya mubah atau mustahab. Dalilnya :
b)      Mudahanah
Rkata Al Qurthuby :  المداهنة: ترك الدين لصلاح الدنيا  (mudahanah adalah mengorbankan agama untuk kepentingan dunia).  Seperti menunjukkan keridhoan terhadap suatu pelanggaran tanpa mengingkarinya dan menunjukkan ghirah atasnya karena sebab duniawi. Mudahanah hukumnya haram (QS. 5:78-80).


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Materi Tarbiyah Ta'rifiyah: Al Wala Wal Bara."