Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Guru Di Perkembangan Zaman



Guru di tengah perkembangan zaman. Profesi guru Indonesia akan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini sejalan dengan perkembangan kurikulum pendidikan yang berlaku di negeri ini. Bahwa kurikulum disusun berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan kebudayaan serta kebutuhan akan pembangunan bangsa. Kurikulum itu sendiri dioperasionalkan oleh guru melalui pembelajaran di ruang kelas.
Banyak orang mengatakan pada zaman dahulu guru sangat dihormati meskipun belum ada istilah guru  professional. Barangkali ada benarnya. Konon, guru sangat berani menghukum siswa yang nakal namun guru tak menerima resiko dari hukuman yang diberikan kepada siswa. 
guru,perkembangan,zaman
Jika dibandingkan dengan zaman sekarang, guru kurang dihormati meskipun sudah berpredikat sebagai guru sertifikasi. Jika mau memberi hukuman, perlu berfikir ulang untuk menerapkannya. Guru tidak berani menerapkan hukuman fisik karena bisa melanggar hak azazi manusia. Bahkan sebaliknya,  siswa berani mengancam guru sebagai pertanda kurang hormatnya siswa pada guru. Ini semua hanyalah sedikit fakta dari sekian kenyataan yang terjadi tentang dinamika pendidikan.
Agaknya perkembangan zaman dalam konteks ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, lebih cenderung membuat siswa cerdas dan berfikir kritis ketimbang proses pendidikan di sekolah (?). Siswa sekarang sudah paham tentang guru profesional dengan jumlah tunjangan yang sangat besar dari pemerintah. Siswa juga bisa menilai mana guru yang betul-betul profesional dan pantas menerima tunjangan sertifikasi. Mana guru yang patut digugu dan ditiru, mana pula guru yang sebaliknya. Jika ada yang kurang beres di mata siswa, janganlah heran apa yang akan dilakukan oleh siswa tersebut di sekolah.
Jika siswa pintar internet, ngeblog, dan browser di dunia maya dengan berjuta-juta ilmu pengetahuan dan teknologi, disinyalir itu bukanlah hasil proses pembelajaran di sekolah. Betapa banyak siswa yang hadir di dunia maya ini dengan karya blog/web yang luar biasa. Itu dari hasil belajar mandiri dan bimbingan blogger senior. 
Sementara itu, proses pembelajaran di sekolah masih mengutamakan pencapaian prestasi akademik, seperti perolehan nilai ulangan harian, ulangan semester dan  nilai evaluasi murni. Profesionalisme guru masih diarahkan untuk pencapaian aspek kognitif tersebut. Sementara aspek lainnya, seumpama afektif dan psikomotorik,  masih dalam prosestase yang sedikit.
Semestinya, ada perimbangan yang proporsional antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam proses pendidikan sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman.
Syukran Jazakamullahu Khairan@

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Guru Di Perkembangan Zaman"