Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

4 Kotoran Dalam Diri Kita Wajib Diketahui!!


Jika ingin mendapatkan kesehatan yang sesungguhnya, kita harus terlebih dahulu membersihkan “empat kotoran” atau “empat racun” di dalam tubuh kita secara tuntas.

1. Udara Kotor
Hawa kotor yang keluar dari mulut yang terasa bau atau gas tidak sedap yang keluar dari usus besar, itu adalah “udara kotor” atau “udara racun” yang tertimbun di dalam tubuh kita. Bila tidak dikeluarkan, akan mengganggu kesehatan kita.
Maka, di pagi hari setelah bangun tidur, minumlah air putih sebanyak 1-2 gelas @ 200 cc, kemudian berkumur 3x, lantas pergilah ke halaman atau ke tempat yang banyak pohon. Buanglah napas yang bau itu (Qi negatif), keluarkan lewat mulut sebanyak mungkin sampai hawa yang keluar dari mulut tidak terasa bau lagi . Kemudian teruskan dengan menarik napas panjang dan hirup udara yang bersih segar itu sepuas-puasnya. Sehingga udara yang sudah keluar diganti dengan udara baru yang bersih segar.
Membuang dan menarik napas pada pagi hari sebaiknya dilakukan dengan kedua telapak kaki telanjang menyentuh bumi dan menghadap timur, ke arah matahari yang sedang terbit sambil mata menatap matahari pagi yang masih berwarna merah (jam 6 pagi). Tidak dianjurkan menatap matahari yang bersinar kuning dan putih, karena sinar ultraviolet yang terlalu keras akan merusak saraf mata dan bisa mengakibatkan katarak.
Dari latihan pernapasan ini, dengan kedua telapak kaki menyentuh bumi, kita bisa mendapatkan Qi positif dari bumi sekaligus dari langit. Lebih bagus lagi kalau latihan ini dilakukan di daerah yang banyak pohon pinus (cemara)-nya, karena dalam proses fotosintesis daun pohon cemara mengeluarkan ion oksigen negatif, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Atau bisa juga di tepi laut atau di daerah yang ada air terjunnya, karena di sana pun terdapat banyak ion oksigen negatif.
Bila ditinjau dari hukum Yin-Yang. Bumi adalah unsur Yin, yang memberi energi dan kehidupan. Dari permukaan Bumi ada pohon-pohonan, sayur-mayur, buah-buahan, unggas, dan ternak lainnya; dan di dalam perut Bumi ada sumber air, minyak dan gas bumi, sumber mineral, dan lainnya, yang bisa memberi kehidupan bagi semua makhluk hidup di atas bumi ini. Maka, bumi disebut sebagai “Ibu” makhluk hidup.
Langit, termasuk matahari, adalah unsur Yang, dan disebut “Ayah” bagi makhluk hidup. Langit memberi jiwa kepada manusia — oksigen, sinar matahari, angin, hujan, dan lainnya. Tanpa sinar matahari, udara, angin, dan hujan, makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan tidak mungkin bisa hidup.
Di samping itu, bila kedua telapak kaki sering menyentuh Bumi, yang disebut “Ibu”, dan berdiri di alam terbuka di bawah sinar matahari, kita akan mendapatkan energi positif dari unsur Yin (bumi) – Yang (langit).
Bumi dan langit setiap waktu memberi “obat alami” kepada manusia untuk kelangsungan hidup. Lihat saja, setiap hari para petani bekerja di sawah, berada di udara terbuka dengan kaki telanjang, dan mereka mempunyai tubuh yang sehat kuat dan panjang usia. Jadi, manusia harus menyatu dengan langit dan bumi, atau dengan kata lain, manusia harus menyatu dengan alam.
Gas yang keluar dari usus besar adalah udara kotor dan gas bau yang memang harus dibuang. Buang gas adalah gejala yang baik dan perlu disyukuri, meskipun tidak sopan bila dilakukan di depan umum. Gas di dalam usus besar ini mengandung gas beracun, yang dihasilkan dari fermentasi bakteri di dalam usus besar. Jika gas itu tidak dikeluarkan akan menjadi racun di dalam tubuh.



2. Cairan Kotor
Air putih yang kita minum akan segera masuk ke lambung dan usus kecil. Kemudian molekul H20 yang ada dalam air tersebut diserap melalui usus besar ke dalam sirkulasi darah.
Cairan yang berlebihan di dalam darah akan dikeluarkan secara berangsur melalui organ ginjal. Cairan tersebut membawa kotoran, “waste produts” urea dan creatinine yang beracun, serta hasil uraian obat yang lakukan oleh organ hati, dan zat lainnya yang dihasilkan dari proses katabolisme.
Semua kotoran beracun tersebut lolos dari saringan ginjal yang sehat, lantas mengalir ke dalam kantong kemih, dan keluar menjadi air seni yang berbau pesing. Begitu juga keringat kotor dan bau itu, dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Keringat juga termasuk “kotoran cair” dari tubuh yang harus dikeluarkan.
Orang yang menderita diabetes, gula darahnya tinggi, frekuensi buang air kecilnya lebih sering. Gula (glukosa) yang berlebihan di dalam darah itu dikeluarkan melalui buang air seni (kencing manis). Maka, seringnya buang air kecil bagi penderita diabetes, sebenarnya adalah suatu mekanisme proteksi bagi mereka, agar kelebihan gula di dalam darah dikeluarkan melalui urinasi.

3. Kotoran dari Usus Besar
Untuk menjaga kesehatan tubuh, setiap pagi harus dibiasakan buang air besar secara rutin. Jika kotoran yang terdapat di dalam usus besar tidak dikeluarkan setiap hari, maka akan menjadi “racun”, dan ini tidak baik untuk kesehatan tubuh.
Bagi orang yang mengalami konstipasi (sembelit), perutnya terasa kembung kencang, mulutnya mengeluarkan bau tidak sedap, kulitnya juga terlihat kusam. Orang mengatakan bahwa di mana ada yang bisa “masuk” (makan) dan bisa “keluar” (buang air besar), itu adalah “sehat”. Namun itu saja belum cukup jika kotoran di dalam pikiran belum dikeluarkan.
Tidak ada orang dengan pikiran negatif — seperti gampang marah, membenci orang, suka mengkritisi dan menilai orang lain, berprasangka buruk, dan suka berdebat — yang bisa memiliki pikiran dan tubuh yang sehat. Pikiran negatif adalah “kotoran dalam pikiran” yang paling ampuh merusak kesehatan. Maka, pikiran negatif yang kotor itu perlu dibersihkan segera dan setuntas mungkin.
Buddha Sidharta mengatakan, ada “3 racun”, yang bisa mendatangkan penderitaan dalam hidup ini, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kebodohan. Orang yang suka marah besar dan dendam kepada orang lain, hidupnya selalu tegang dan pikirannya tidak bisa tenang.
Yang dimaksud “kebodohan” di sini bukanlah tidak berpendidikan, melainkan masih saja mengejar objek yang salah. Jadi, meskipun secara akademis seseorang adalah intelek, bisa saja dia tetap melakukan “kebodohan”. Misalnya orang yang sudah berkecukupan, tapi belum merasa puas dan cukup, masih melekat pada nafsu keinginan, terus mengejar harta kekayaan, bahkan sampai menempuh cara yang tidak halal. Karena keserakahan, akhirnya dia terjerat hukum dan harus mendekam di penjara. Dia merasa malu dan menyesal di kemudian hari. Istri dan anak-anaknya juga harus ikut menanggung malu seumur hidupnya. Itulah yang dimaksud dengan “manusia bisa melakukan kebodohan”.
Kaisar Kuning pernah mengatakan:
“Untuk merawat jasmani dan rohani, sebelumnya harus memupuk kebajikan terlebih dahulu.”
Sedangkan filsuf Lao Zi, 2.500 tahun yang lalu, menganjurkan:
“Jernihkan dan tenangkan pikiran, dengan sedikit keinginan.”
Jika ingin memiliki batin yang bersih dan pikiran tenang, tanpa ada perasaan bersalah (guilty feeling), sebaiknya jangan melakukan perbuatan yang melanggar hati nurani. Ajaran moralitas Kong Zi (Confusius) antara lain mengatakan.
“Apa yang kita tidak ingin orang lain lakukan terhadap kita, janganlah itu dilakukan kepada orang lain.”
Membersihkan permukaan tubuh itu mudah sekali, kita tinggal mandi memakai sabun dan sampo. Sebaliknya, membersihkan batin dan pikiran tidaklah semudah membersihkan tubuh. Kita mesti sering-sering melakukan introspeksi diri, membersihkan pikiran negatif dan ke-Aku-an yang melekat dalam diri kita, maka barulah pikiran kita bisa bersih.



“Untuk mendapatkan kesehatan dan umur panjang, tergantung pada diri kita sendiri.”
Tidak ada orang yang bisa menghadiahkan atau menjamin kesehatan kita kecuali diri kita sendiri! Tanpa membersihkan “empat kotoran” tersebut, tidak akan ada kesehatan bagi kita. Kesehatan adalah akumulasi dari memelihara jasmani dan rohani setiap hari tanpa henti.

Terimah Kasih atas kunjungan Ta' semoga artikel ini bermamfaat... @Wassalam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Kotoran Dalam Diri Kita Wajib Diketahui!!"