Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Terampil Dalam Mengajar


Latar Belakang Masalah
Pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun dapat dikatakan mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya kurikulum pendidikan yang ideal, sarana prasarana yang memadai di setiap sekolah dan yang tidak kalah penting dari semua faktor tersebut ialah faktor pengajar atau kinerja guru.
Kinerja guru dalam proses pembelajaran dapat mempengaruhi perkembangan pendidikan. Hal ini karena tidak semua guru dapat mengajar peserta didiknya dengan baik atau profesional.
Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan membawa implikasi terhadap sistem dan penyelenggaraan pendidikan termasuk pengembangan dan pelaksanaan kurikulum. Pada kenyataannya masih banyak tenaga pendidik yang merasa kesulitan dalam menerapkan kurikulum tersebut. Dalam hal ini, pendidik harus mengetahui bagaimana cara mendidik yang benar dengan cara mengelola beberapa keterampilan dasar dalam mengajar agar tercapainya tujuan pembelajaran. Keterampilan dasar mengajar adalah keterampilan yang harus dimiliki guru dari semua bidang studi. Keterampilan dasar mengajar (generic teaching skill) atau keterampilan dasar teknik intruksional yaitu keterampilan yang bersifat generik atau mendasar atau umum yang harus dikuasai oleh setiap guru, terlepas dari tingkat kelas dan bidang studi yang diajarkannya.
Keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan yang kompleks, yang pada dasarnya merupakan pengintegrasian utuh dari berbagai keterampilan yang jumlahnya sangat banyak. Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis mengajukan makalah yang berjudul “Keterampilan Dasar Mengajar Guru” yang nantinya dapat memperjelas pengertian dan tujuan keterampilan dasar mengajar guru, termasuk didalamnya jenis-jenis keterampilan dasar mengajar guru.
Rumusan Masalah
1.    Apakah pengertian keterampilan dasar mengajar?
2.    Apakah tujuan dari keterampilan dasar mengajar?
3.    Apa saja keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki seorang guru?
Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui, memahami, dan memaparkan pengertian keterampilan dasar mengajar.
2.      Untuk mengetahui dan memahami tujuan keterampilan dasar mengajar.
3.      Untuk mengetahui, memahami, dan memaparkan keterampilan dasar mengajar; membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, bertanya, dan pengelolaan kelas.

Hasil pembuatan makalah ini diharapkan dapat memberi manfaat baik secara teoretis maupun secara praktis, sebagai berikut :
a.    Secara teoretis
Hasil makalah ini diharapkan dapat membantu pembaca khususnya mahasiswa dalam hal yang berkaitan dengan Keterampilan Dasar Mengajar Guru.
b.    Secara praktiss
Melalui pembuatan makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan berfikir dan kemampuan menganalisis suatu hal yang terkait, dan juga sebagai salah satu syarat penilaian mata kuliah Profesi Kependidikan.

1.  Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar
Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru, begitulah falsafah yang sering kita dengar. Program kelas tidak akan berarti bilamana tidak diwujudkan menjadi kegiatan. Untuk itu, peranan guru sangat menentukan karena kedudukannya sebagai pemimpin pendidikan diantara murid-murid suatu kelas. Secara etimologi atau dalam arti sempit, guru yang berkewajiban mewujudkan suatu program kelas adalah orang yang kerjanya mengajar atau memberikan pelajaran di sekolah atau kelas.
Secara lebih luas, guru berarti orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak untuk mencapai kedewasaan masing-masing dalam berpikir dan bertindak. Guru dalam pengertian terakhir bukan sekedar orang yang berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi pengetahuan tertentu, akan tetapi adalah anggota masyarakat yang harus ikut aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didik nya menuju sebuah cita-cita luhur mereka. Untuk mencapai hal tersebut diatas maka dibutuhkan keterampilan-keterampilan dasar seorang guru dalam mengajar.
Keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh guru dari semua bidang studi. Jika dipertimbangkan bahwa bidang-bidang studi yang bermacam-macam mempunyai ciri-ciri pengajaran yang khas, keterampilan mengajar untuk bidang-bidang studi khusus perlu dikembangkan. Perkembangan dunia pendidikan menggunakan media dan teknologi saat ini menyebabkan kekhasan ciri pengajaran dari masing-masing studi makin tampak, dan perbedaannya dengan pengajaran bidang studi lain makin nyata.
Keterampilan dasar mengajar (generic teaching skill) atau keterampilan dasar teknik intruksional yaitu keterampilan yang bersifat generik atau mendasar atau umum yang harus dikuasai oleh setiap guru, terlepas dari tingkat kelas dan bidang studi yang diajarkannya.
Keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan yang kompleks ,yang pada dasarnya merupakan pengintegrasian utuh dari berbagai keterampilan yang jumlahnya sangat banyak.
Keterampilan dasar mengajar  (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan profesional (As. Gilcman,1991). Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu;
1.    Menguasai materi atau bahan ajar yang akan diajarkan (what to teach)
2.    Menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya (how to teach)
Keterampilan dasar mengajar termasuk kedalam aspek nomor dua yaitu cara membelajarkan siswa. Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh tenaga pengajar karena dengan keterampilan dasar mengajar dapat memberikan pengertian lebih dalam mengajar. Mengajar bukan hanya sekedar proses menyampaikan materi saja, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan, dan nilai-nilai.
2.    Tujuan Keterampilan Dasar Mengajar
Tujuan dari keterampilan dasar mengajar guru yaitu supaya guru atau tenaga pendidik dapat memahami  hakikat keterampilan dasar mengajar yang dapat dipratikkan di dalam kelas, mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan dasar mengajar dan terampil menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatkan kuaitas proses dan hasil pembelajaran. Dengan memiliki pemahaman ini seorang guru akan mempunyai persiapan mengajar yang baik dalam menguasai bahan pengajaran, mampu memilih metode yang tepat  serta bisa memberikan  penguasaan kelas yang baik.
Tujuan yang lain yaitu untuk membekali tenaga pendidik beberapa keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran. Bagi calon tenaga pendidik hal ini akan memberi pengalaman mengajar yang nyata dan latihan sejumlah keterampilan dasar mengajar secara terpisah, sedangkan bagi calon tenaga pendidik hal ini dapat mengembangkan keterampilan dasar mengajarnya sebelum mereka melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik. Memberikan kemungkinan calon tenaga pendidik untuk mendapatkan bermacam keterampilan dasar mengajar serta memahami kapan dan bagaimana menerapkan dalam program pembelajaran sehingga pada akhir masa kuliah mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan nilai–nilai dasar atau sikap yang direfleksikan dalam berfikir dan bertindak) sebagai calon guru sehingga memiliki pengalaman melakukan pembelajaran dan kesiapan untuk melakukan praktek pendidikan di sekolah/lembaga/klub.
3.    Jenis Keterampilan Dasar Mengajar
Keterampilan dasar mengajar yang harus ada pada seorang tenaga pengajar atau pendidik dapat dibedakan menjadi 8 jenis keterampilan. Keterampilan dasar mengajar tersebut adalah sebagai berikut:
1.         Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran,
2.         Keterampilan Menjelaskan,
3.         Keterampilan Bertanya,
4.         Keterampilan Mengelola Kelas,
5.         Keterampilan Mengadakan Variasi,
6.         Keterampilan Memberi Penguatan,
7.         Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil,
8.         Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan.
Namun dalam pembahasan ini, hanya akan dibahas empat keterampilan dasar yaitu keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, dan keterampilan mengelola kelas. 

Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
      a.  Membuka pelajaran
Membuka pelajaran adalah usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pelajaran untuk menciptakan pra kondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang disajikan sehingga akan mudah mencapai kompetensi yang diharapkan. Dengan kata lain, membuka pelajaran itu adalah mempersiapkan mental dan perhatian siswa agar siswa terpusat pada hal-hal yang akan dipelajarai.
Secara khusus tujuan membuka pelajaran adalah:
1.    Menarik perhatian siswa, yang dapat dilakukan dengan:
·      Meyakinkan siswa bahwa materi atau pengalaman belajar yang akan dilakukan berguna untuk dirinya.
·      Melakukan hal-hal yang dianggap aneh bagi siswa, misalnya dengan menggunakan alat bantu.
·      Melakukan interaksi yang menyenangkan
2.    Menumbuhkan motivasi belajar siswa, yang dapat dilakukan dengan:
·      Membangun suasana akrab sehingga siswa merasa dekat, misalnya menyapa dan berkomunikasi secara kekeluargaan.
·      Menimbulkan rasa ingin tahu, misalnya mengajak siswa untuk mempelajari suatu kasus yang sedang hangat dibicarakan.
·      Mengkaitkan materi atau pengalaman belajar yang akan dilakukan dengan kebutuhan siswa.
3.    Memberikan acuan atau rambu-rambu tentang pembelajaran yang akan dilakukan, yang dapat dilakukan dengan :
·      Mengemukakan tujuan yang akan dicapapi serta tugas-tugas yang harus dilakukan dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan.
·      Menjelaskan langkah-langkah atau tahapan pembelajaran, sehingga siswa memahami apa yang harus dilakukan.
·      Menjelaskan target atau kemampuan yang harus dimiliki setelah pembelajaran berlangsung.
b.  Menutup pelajaran
Menutup pelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri pelajaran dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya, mengetahui  tingkat keberhasilan siswa, serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Menutup pelajaran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.    Merangkum atau membuat garis-garis besar persoalan  yang baru dibahas, sehingga siswa memperoleh gambaran yang menyeluruh dan jelas tentang pokok-pokok persoalan.
2.    Mengonsolidasikan perhatian terhadap hal-hal pokok agar informasi yang telah diterima dapat membangkitkan minat untuk mempelajari lebih lanjut.
3.    Mengorganisasikan kegiatan yang telah dilakukan untuk membentuk pemahaman baru tentang materi yang telah dipelajarinya.
4.    Memberikan tindak lanjut serta saran-saran untuk memperluas wawasan yang berhubungan dengan materi pelajaran yang telah dibahas.
Adapun tujuan membuka dan menutup pelajaran adalah sebagai berikut:
·      Menimbulkan perhatian dan motivasi siswa terhadap tugas-tugas yang akan dihadapi
·      Memungkinkan siswa mengetahui batas-batas tugasnya yag akan dikerjakan
·      Siswa dapat mengetahui pendekatan-pendekatan yang akan digunakan dalam mempelajari bagian-bagian pelajaran.
·      Memungkinkan siswa mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang dikuasai dengan hal-hal baru yang akan dipelajari.
·      Memberikan kemungkinan kepada siswa untuk menggabungkan fakta-fakta, keterampilan-keterampilan, konsep-konsep yang tercakup dalam suatu peristiwa.
·      Memungkinkan siswa dapat mengatahui tingkat keberhasilannya dalam pelajaran.
Dalam keterampilan membuka dan menutup pelajaran ada beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan oleh guru, yaitu:
·      Kebermaknaan
Dalam usaha menarik perhatian siswa atau memotivasi siswa, guru harus memilih cara yang relevan dengan isi dan tujuan pelajaran.
·      Berurutan dan Berkesinambungan
Aktivitas yang ditempuh guru dalam mengenalkan dan merangkum kembali pokok-pokok penting pelajaran hendaknya merupakan bagian yang utuh (merupakan suatu kebulatan). Kaitan antara bagian yang satu dengan yang lain atau dengan pengalaman siswa harus jelas.


Keterampilan menjelaskan
a. Pengertian keterampilan menjelaskan
Keterampilan menjelasakan adalah suatu keterampilan menyajikan bahan belajar yang diorganisasikan secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang berarti, sehingga mudah dipahami para peserta didik.
b. Tujuan kegiatan menjelaskan
·      Membantu siswa memahami berbagai konsep, hukum, dalil, dan sebagainya secara objektif dan bernalar.
·      Membimbing siswa menjawab pertanyaan “mengapa” yang muncul dalam proses pembelajaran.
·      Meningkatkan keterlibatan siswa dalam memecahkan berbagai masalah melalui cara berfikir yang sistematis.
·      Mendapatkan balikan dari siswa tentang tingkat pemahamannya terhadap konsep yang dijelaskan dan untuk mengatasi salah pengertian.
·      Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penalaran dalam penyelesaian ketidakpastian.
c.       Komponen-Komponen keterampilan menjelaskan
·      Keterampilan merencanakan penjelasan
Merencanakan isi pesan, meliputi menganalisis terlebih dahulu terhadap masalah secara keseluruhan, jenis hubungan yang ada antara unsur-unsur yang dibicarakan, memahami terlebih dahulu tentang penerapan hukum, rumus atau generalisasi yang sesuai dengan masalah yang ada.
·      Menganalisis karakteritik penerima pesan
Merencanakan suatu penjelasan harus mempertimbangkan penerima pesan. Penjelasan yang disampaikan tersebut sangat bergantung pada kesiapan audiens yang mendengarkannya. Hal ini berkaitan erat dengan jenis kelamin, usia, kemampuan, latar belakang sosial dan lingkungan belajar. Oleh karena itu, dalam merencanakan suatu penjelasan harus selalu mempertimbangan faktor-faktor tersebut di atas.
·      Keterampilan menyajikan penjelasan
1.    Kejelasan
2.    Penggunaan contoh dan ilustrasi
3.    Pemberian tekanan
4.    Balikan
d.      Prinsip-prinsip menjelaskan
Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. Penjelasan harus diselingi tanya jawab dan materi penjelasan harus dikuasai secara baik oleh guru. Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran serta harus bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik. Dalam menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh yang kongkrit dan dihubungkan dengan kehidupan.
e.       Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menjelaskan
·      Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan harus sederhana, terang, dan jelas.
·      Bahan yang akan diterangkan dipersiapkan dan dikuasai terlebih dahulu.
·      Pokok-pokok yang diterangkan harus disimpulkan.
·      Dalam menjelaskan sertai dengan contoh dan ilustrasi.
·      Adakan pengecekan terhadap tingkat pemahaman peserta didik melalui pertanyaan-pertanyaan.
Keterampilan bertanya
a.    Pengertian Keterampilan Bertanya
Bertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi, termasuk dalam komunikasi pembelajaran. Keterampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru sebagai stimulus untuk memunculkan atau menumbuhkan jawaban (respon) dari peserta didik.
b.    Empat Alasan Guru perlu menguasai keterampilan bertanya karena:
·         Guru cenderung mendominasi kelas dengan ceramah,
·         Siswa belum terbiasa mengajukan pertanyaan,
·         Siswa harus dilibatkan secara mental-intelektual secara maksimal, dan
·         Adanya anggapan bahwa pertanyaan hanya berfungsi untuk menguji pemahaman siswa.
c.    Fungsi pertanyaan yang baik
·         Mendorong siswa untuk berpikir,
·         Meningkatkan keterlibatan siswa,
·         Merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan,
·         Mendiagnosis kelemahan siswa,
·         Memusatkan perhatian siswa pada satu masalah, dan
·         Membantu siswa mengungkapkan pendapat dengan bahasa yang baik

d.   Komponen-Komponen keterampilan bertanya
1.      Keterampilan bertanya dasar
·         Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat, artinya pertanyaan harus dibuat dengan struktur kalimat yang sederhana.
·         Pemberian Acuan, artinya sebelum bertanya guru perlu memberikan acuan berupa informasi yang perlu diketahui siswa.
·         Pemusatan, artinya memfokuskan perhatian siswa pada inti masalah tertentu.Contoh:
-        Sebutkan  macam-macam ikan!
-        Di antara banyaknya ikan, ikan apa saja yang hidup di air tawar?
·           Pemindahan Giliran, artinya satu pertanyaan dijawab secara bergilir oleh beberapa orang siswa. Jadi, setelah siswa memberi jawaban, maka guru meminta jawaban lagi kepada siswa kedua melengkapi jawaban tersebut, dan kemudian meminta jawaban lagi kesiswa ketiga dan seterusnya.
·           Penyebaran, artinya beberapa pertanyaan berbeda ditujukan kepada siswa berbeda pula.
·           Pemberian waktu berfikir, artinya setelah mengajukan pertanyaan guru hendaknya menunggu beberapa saat sebelum meminta atau menunjuk siswa untuk menjawabnya.
·           Pemberian Tuntunan, artinya guru harus memberikan tuntunan saat jawaban siswa tidak sesuai harapan sehingga secara bertahap siswa mampu memberikan jawaban. Tuntunan dapat diberikan dengan cara mengungkapkan kembali pertanyaan dengan bahasa yang sederhana (memparafrase), mengajukan pertanyaan lain, mengulangi penjelasan materi.
2.      Keterampilan Bertanya Lanjut
Keterampilan bertanya lanjut dibentuk berdasarkan penguasaan keterampilan bertanya dasar yang lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar partisipasi, dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri. Adapun komponennya terdiri atas:
·      Pengubahan susunan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan, artinya pertanyaan yang diajukan guru harus mengundang siswa untk berpikir.
·      Pengaturan urutan pertanyaan, artinya guru hendaknya mengatur urutan pertanyaan.
·      Penggunaan pertanyaan pelacak, artinya guru dapat mengajukan pertanyaan pelacak yang dapat membimbing siswa untuk mengembangkan jawaban yang diberikan. Contohnya, seperti meminta klarifikasi, meminta siswa memberi alasan, meminta kesepakatan pandangan siswa, meminta ketepatan jawaban, meminta jawaban yang relevan, meminta contoh, dan meminta jawaban yang lebih kompleks.
3.        Peningkatan terjadinya interaksi
Dalam menerapkan keterampilan bertanya dasar dan lanjut, guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
·      Kehangatan dan keantusiasan.
·      Menghindari kebiasaan mengulang pertanyaan sendiri, mengulangi jawaban siswa, menjawab pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan yang mengundang jawaban serempak,  mengajukan pertanyaan ganda, dan menunjuk siswa sebelum mengajukan pertanyaan.
·      Memberikan waktu berpikir
·      Mempersiapkan pertanyaan pokok yang akan diajukan
·      Menilai pertanyaan yang telah diajukan
e.       Jenis-jenis pertanyaan
1.         Pertanyaan langsung, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada salah satu peserta didik.
2.         Pertanyaan umum dan terbuka, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada seluruh kelas.
3.         Pertanyaan retorik, yaitu pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban pertanyaan faktual, yaitu pertanyaan untuk menggali fakta dan informasi.
4.         Pertanyaaan yang diarahkan kembali, yaitu pertanyaan yang dikembalikan kepada peserta didik atas pertanyaan peserta didik lain.
5.        Pertanyaan memimpin (Leading Question) yaitu pertanyaan yang jawabannya tersimpul dalam pertanyaan itu sendiri.
Keterampilan mengelola kelas
a.       Pengertian keterampilan mengelola kelas
Keterampilan mengelola kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikan ke kondisi yang optimal jika terjadi gangguan, baik dengan cara mendisiplinkan ataupun melakukan kegiatan remedial.

b.      Tujuan keterampilan mengelola kelas
Penggunaan komponen dalam kelas mempunyai beberapa tujuan, antara lain:
·      Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya.
·      Membantu siswa untuk mengerti tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas, dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan, dan bukan kemarahan
·      Menimbulkan rasa kewajiban melibatkan siri dalam tugas serta bertingkah laku yang sesuai dengan aktivitas kelas.
·      Keterampilan yang berkaitan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal.
c.       Prinsip-prinsip keterampilan mengelola kelas
Beberapa prinsip yang diperhatikan dalam melaksanakan komponen keterampilan mengelola kelas adalah:
·      Kehangatan dan keantusiasan.
·      Penggunaan bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah belajar siswa.
·      Perlu dipertimbangkan penggunaan variasi media, gaya mengajar, dan pola interaksi.
·      Diperlukan keluwesan tingkah laku guru dalam mengubah strategi mengajarnya untuk mencegah gangguan-gangguan yang timbul.
·      Penekanan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal negatif.
·      Mendorong siswa untuk mengembangkan disiplin diri sendiri dengan cara memberi contoh dalam perbuatan guru sehari-hari.
d.      Komponen-komponen keterampilan mengelola kelas
Komponen-komponen keterampilan mengelola kelas, antara lain:
1.    Keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
·      Menunjukkan sikap tanggap: Melalui perbuatan sikap tanggap ini siswa merasakan bahwa “guru hadir bersama dengan mereka” dan “ tahu apa yang mereka perbuat”. Kesan ini dapat ditunjukkan dengan cara memandang kelas secara seksama, gerak mendekati, memberikan pernyataan, dan memberikan reaksi terhadap gangguan serta kekacauan.
·      Membagi perhatian: Pengelola kelas yang efektif ditandai dengan pembagian perhatian yang efektif pula. Perbuatan membagi perhatian dapat dikerjakan secara visual dan verbal.
·      Memusatkan perhatian kelompok: Perbuatan ini penting untuk mempertahankan perhatian siswa dari waktu ke waktu dan dapat dilaksanakan dengan cara menyiagakan siswa, dan menuntut tanggung jawab siswa.
·      Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas.
·      Menegur: Teguran verbal yang efektif harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: (1) tegas, jelas tertuju kepada siswa yang mengganggu dan tingkah laku yang harus dihentikan; (2) menghindari peringatan yang kasar atau yang mengandung penghinaan; (3) menghindari ocehan yang berkepanjangan.
·      Memberi penguatan: pemberian penguatan dapat dilakuakn kepada siswa yang suka mengganggu jika pada suatu saat dia “tertangkap” melakukan perbuatan yang positif. Dapat pula kepada siswa yang bertingkah laku wajar sebagai contoh.
2.   Keterampilan yang berkaitan dengan pengambilan kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Beberapa strategi yang dapat digunakan oleh guru adalah:
·      Memodifikasi tingkah laku. Beberapa langkah yang dipergunakan untuk mengorganisasi tingkah laku ialah: (1) merinci tingkah laku yang menimbulkan gangguan; (2) memilih norma yang realistis untuk tingkah laku yang menjadi tujuan dalam program remedial; (3) bekerja sama dengan rekan atau konselor; (4) memilih tingkah laku yang akan diperbaiki; dan (5) memvariasikan pola penguatan yang tersedia misalnya dengan cara meningkatkan tingkah laku yang diinginkan, mengajarkan tingkah laku baru, mengurangi dan menghilangkan tingkah laku yang tidak diinginkan dengan teknik tertentu, misalnya penghapusan penguatan, memberi hukuman, membatalkan kesempatan, dan mengurangi hak.
·      Pengelolaan kelompok: pendekatan pemecahan masalah kelompok dapat dikerjakan oleh guru sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi masalah-masalah pengelolaan kelas. Keterampilan yang diperlukan antara lain: (1) memperlancar tugas; (2) memelihara kegiatan kelompok.
·      Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah: Seperangkat tingkah laku yang dikerjakan, menurut shall, adalah: (1) pengabaian yang direncanakan; (2) campur tangan dengan isyarat; (3) mengawasi dari dekat; (4) menguasai perasaan yang mendasari terjadinya suatu perbuatan yang negative; (5) mengungkapkan perasaan siswa; (6) memindahkan masalah yang bersifat mengganggu; (7) menyusun kembali rencana belajar; (8) menghilangkan ketegangan dengan humor; (9) memindahkan penyebab gangguan; (10) pengekangan fisik; (11) pengasingan.
Semoga Bermamfaat, Shukran Jazakallah Khairan@



BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Keterampilan dasar mengajar (generic teaching skill) atau keterampilan dasar teknik intruksional yaitu keterampilan yang bersifat generik atau mendasar atau umum yang harus dikuasai oleh setiap guru, terlepas dari tingkat kelas dan bidang studi yang diajarkannya.
Keterampilan dasar mengajar  (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan profesional (As. Gilcman,1991). Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh tenaga pengajar karena dengan keterampilan dasar mengajar dapat memberikan pengertian lebih dalam mengajar.
Tujuan dari keterampilan dasar mengajar guru yaitu supaya guru atau tenaga pendidik dapat memahami  hakikat keterampilan dasar mengajar yang dapat dipratikkan di dalam kelas, mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan dasar mengajar dan terampil menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatkan kuaitas proses dan hasil pembelajaran. Tujuan yang lain yaitu untuk membekali tenaga pendidik beberapa keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran.
Keterampilan dasar mengajar yang harus ada pada seorang tenaga pengajar atau pendidik dapat dibedakan menjadi 8 jenis keterampilan. Keterampilan dasar mengajar tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran,
2.    Keterampilan Menjelaskan,
3.    Keterampilan Bertanya,
4.    Keterampilan Mengelola Kelas,
5.    Keterampilan Mengadakan Variasi,
6.    Keterampilan Memberi Penguatan,
7.    Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil,
8.    Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan.
3.2  Saran
                   Untuk menjadi seorang guru yang profesional, sudah semestinya guru sadar akan pentingnya memiliki keterampilan dasar mengajar. Dengan makalah ini, diharapkan guru mampu menjalankan tugas dan kewajibannya secara utuh yaitu mendidik, mengajar, dan membimbing para siswa sebagaimana mestinya.
Berkaitan dengan hasil penulisan makalah ini, penulis menyarankan kepada para pembaca agar diadakan pengkajian lanjutan yang berjudul sama dengan makalah ini, agar ditemukan pengertian, tujuan, dan komponen keterampilan dasar mengajar guru yang lebih baik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terampil Dalam Mengajar"