Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

MODUL ILMU KEPELATIHAN



Text Box: MODUL ILMU KEPELATIHAN
Description: Description: Description: Description: E:\UNM III.jpg
Text Box: Disusun Oleh:
Nama   : Akbar
Nim            : 1332041018
Kelas    : B
Jurusan : Pend. Kepelatihan Olahraga


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
KATA PENGANTAR
            Segala puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak nikmat, sehingga di ibaratkan pohon yang menjadi penanya serta air laut yang menjadi tintanya dan langit dan bumi menjadi kertasnya tidak akan mampu mencatat nikmat yang diberikan kepada kita sampai detik ini, namun terkadang kita lupa diri akan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada kita sehingga kita tidak mampu menyukirinya, serta salam dan salawat tercurah kepada baginda Rasulullah SAW,’’ALLAHUMMA SHALLHI ALA SAIDINA MUHAMMAD’’. Nabi sebagai uswatun hasanah, yang telah membawa kebenaran bagi umat manusia, petunjuk dan pedoman yakni kitab terakhir dan penutup (Al Quran).
            Modul ini, penulis membuatnya dengan niat karena Allah, dalam rangka mempersiapkan bekal dalam perjalanan hidup kedepan dan yang akan datang, modul ini kami buat dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, penulis hanya berharap semoga dengan adanya modul ini dapat menjadi bahan ajar bagi kita semua dan membuat kita semua lebih gigih dalam belajar dan utamanya bagi penulis pribadi.
            Penulis menyadari dalam modul ini begitu banyak kesalahan kesalahan yang terjadi utamanya penggunaan bahasa-bahasa yang kasar, dan itu mendakan bahwa manusia pada dasarnya tak pernah lupuk dari kesalahan dan kegagalan, olehnya itu penulis hanya berharap keritikan dan saran agar menjadi acuan dan pedoman dalam penulisan yang kedepanya, sebuah kata bijak mengatakan,’’lebih baik seribu kritikan dibanding dengan satu pujian’’ alasanya, karena orang-orang yang ingin melihat kita sukses kedepanya ialah orang-orang yang senantiasa memberikan kritikan yang baik sehingga kita dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat, dan begitu sebaliknya.  tentunya modul ini dibuat dengan memiliki tujuan dan landasan-landasan tertutu, dengan tujuan yang  telah  ditetapkan menjadi landasan bagi kita untuk mencapainya.
            Semoga modul ini bermamfaat bagi kita semua khusunya bagi penulis pribadi, penulis hanya berpesan. ‘’Waktu tidak akan pernah kembali dan akan berjalan terus-menerus, jika waktu kita masih kecil, belajar membaca selama 3 tahun waktu kita hanya digunakan untuk belajar membaca dan pintar dan hasilnya adalah sampai sekarang perjuangan tiga tahun itu masih tetap ada bahkan sampai kita mati, Nah pertanyaanya! Apakah waktu, anda gunakan sebaik-baikya beribadah, belajar dll. Mari kita jawab dengan hati nurani kita?. Mari belajar, belajar dan belajar@
TUJUAN
         1. Untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional dan
  spiritual.
                     2. Untuk memaneja waktu dengan baik dalam mencapai cita cita
                     3. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam beribadah
   kepada ALLAH SWT.
                     4. Untuk membentuk kepribadian dengan baik.
                     5. Untuk mencapai titik kesempurnaan.
         6. Keagamaan, Keolahragaan, Pendidikan, Kesehatan, Kepelatihan
             Dan  Pengetahuan adalah keahlian yang harus kumiliki.
         7. Untuk beribadah kepada Allah dan menjadi pemimpin bagi diri
              pribadi dan orang disekitar
         8. Untuk menjadi yang terbaik diantara orang orang yg terbaik.

PERATURAN
1.      Membuat program dan menjalangkanya dengan baik.
2.      Wajib menjalangkan setiap program yang telah dibuat  dan tidak boleh dilanggar.
3.      Apabila program tidak dijalangkan dengan baik atau dilanggar maka menerima sanksi yaitu membeca Al-Quran minimal 3 lembar atau berpuasa 1 hari.
4.      Membuat perencanaan pada hari yang ditentukan lalu melaksakan program selama seminggu dan mengevaluasi kembali di malam hari
5.      Menjalangkan program dengan disiplin, komitmen dan loyalitas.

LANDASAN
1.      AL-QURAN DAN AS-SUNNAH
2.      Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”(QS. Adz Dzariyat: 56).
3.      “Sesungguhnya Aku ingin menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 30)
4.      “Dan Dia-lah yang menjadikanmu para khalifah di bumi.” (Qs. Al-An’am [6]: 165).
5.      Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
6.      Rasulullah SAW bersabda :”Menuntut/ mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim. (HR TABRANI)
7.      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya di antara jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridho pada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang berilmu dimintai ampun oleh setiap penduduk langit dan bumi, sampai pun ikan yang berada dalam air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah adalah seperti perbandingan bulan di malam badar dari bintang-bintang lainnya. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya Nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Barangsiapa yang mewariskan ilmu, maka sungguh ia telah mendapatkan keberuntungan yang besar.” (HR. Abu Daud no. 3641. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
8.      Firman Allah, "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (al-Mujaadilah: 11), dan, "Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."('Thaahaa: 114)
9.      ‘’Barang siapa yang mengajarkan satu kebaikan maka baginya pahala sebagaimana orang yang mengerjakanya. (HR.Muslim)
10.  Carilah ilmu walaupun kenegri cina. (Ali Bin Abi Thalib).
11.  “MAN JADDA WAJADA”. Siapa yang bersunguh-sunguh maka ia akan mendapatkanya.
7 Juni 2015
I. TUGAS DAN PERANAN SEORANG PELATIH
  1. Tugas pelatih adalah  untuk senantiasa mngadakan pengamatan dan penelitian secara cermat dengan pendekatan metode-metode serta teori-terori analisis secara ilmiah dalam merumuskan masalah dan menjawab pertanyaan atlit.
  2. Peranan seorang pelatih
Pelatih adalah seorang pemimpin yang terdidik yang ingin mencapai suatu tujuan dan tujuan dapat memimpin secara bijaksana untuk mencapai prestasi sebagai tujuan akhir.
II. FUNGSI PELATIH :
  1. Secara keseluruhan sebagai :
1.      Seoran perencana (Planner)
2.      Seorang pemimpin(leader)
3.      seorang sahabat(friendly)
4.      Trepelajar(learmen)
      B. Keteldanan pelatih terhadap atlitnya
1.      Disiplin waktu
2.      makananannya yang bergizi
3.      Kesehatan jasmani baik
4.      Waspada dan aktif
5.      Stabil, matang dan dewasa
6.      Merupakan sebagian dari atlitnya
7.      Tidak lamban
     C. Program planning
1. Program jangka pendek
Satu cyclus marco (6 minggu) dianjurkan pada atlit yang sudah memiliki keterampilan yang tinggi atau atlit yang sudah berpengalaman lamanya latihan selama 1 tahun.
 2. Program jangka panjang
Program yang mempersiapkan atlit yang berusia muda, hingga menjadi siap matang untuk bertanding diperlukan jangka waktu 4 s/d 8 tahun
3. Periode 4 tahun pertama : usia 10 s/d 14 tahun
4. periode 4 tahun kedua : usia 14 s/d 18 tahun
       D. Fungsi pelatih pada latihan sebagai ;
1.      Ahli dalam tehnis (Technical experties)
2.      Pendididik (educator)
3.      Motifator
4.      Oranisator
5.      Direktor
        E. Fungsi pelatih dalam pertandingan sebagai
1.      Pengatur strategi
2.      Fsikolog(ahli kejiwaan)
3.      Observer (pengamat)
Catatan ;
atlit tidak pernah salah, mereka hanya melakukan kesalahan
III. SIFAT DAN KUALITAS KEPRIBADIAN SEORANG PELATIH
      Tingkahlaku positif
      Sikap sportif
      Kesehatan (Exelent)
      Kepemimpinan
      Keseimbangan emosional
      Pengetahuan dan keterampilan
      Imajinasi
      Ketegaran dan keberanian
      Humor
      Falsafah seorng pelatih
PEMILIHAN ATLIT BERBAKAT
 I. LANKAH-LANGKAH MENENTUKAN BAKAT :
1.      melakukan analisis fisik dan mental sesuai karakter cabang OR
2.      Melakukan seleksi umum dan khusus
3.      melakukan seleksi berdasarkan antropometrik  (alat ukur cabang OR)
4.      melakukan evaluasi berdasarkan data yang kompeks
II. PEMASALAN DAN PEMBIBITAN :
  1. Pemasalan ; olah raga pada usia dini dalm upya mengenalkan anak untuk melakukan ajktifitas olahraga secara menyeluruh
  2. pembibitan : suatu pola yang diterapkan dalam rangka menjaring atlit berbakat yang teliti secara ilmiah.
III. INDIKATOR YANG DALAM MEMILIH ATLIT :
  1. kesehatan
  2. Antopometri
a.       Enclomoif (gemuk)
b.      Maasemoif (besar kuat)
c.       Ektomoif(tinggi kurus)
  1. Kemampuan fisik
  2. Psikologis
  3. Genetika
  4. Maturitas/keterampilan
PRINSIP DASAR LATIHAN KETERAMPILAN
 I. TEHNIK TAKTIK DAN STRATEGI :
  1. Aspek yang dilatih
a.       Phisical treining
b.      Technical training
c.       Taktik
d.      Mentak
  1. Prinsip dasar latihan
a.       Beban lebih
b.      Perkembangan menyeluruh
c.       Specialsation
d.      Bervariasi
  1. Komponen latihan
a.       Volume latihan(mengacu pada waktu)
b.      Intensitas latiha
c.       Density / Frekuensi latihan
d.      Kompletitas latihan
v     Komponen latihan
v     Gerakan
  1. Lama latihan dan relexasi
a.       Penaturan durasi latihan, 3-5 X/minggu
b.      Pengaturan Relaxasi(Recovery)
  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalan latihan
a.       Second usinol (titik mati)
b.      Fatique (kelelahan)
c.       Bosedown (kebosanan)
d.      Burn-ont (akibat kebosanan hingga nerveus)
e.       Stalenes (sistematika program latihan overtryning)
 Menurut harsono (1982) dan Djide (1985) Jakarta UT :
Latihan adalah: proses kerja yang dilakukan secara sistematis, kontinu dimana beban dan intensitas latihan makin hari makin bertambah yang pada akhirnya memberikan rangsangan secara menyeluruh terhadap tubuh dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan mental secara bersama-sama.
II. LATIHAN TEKHNIK :
Tekhnik merupakan suatu proses pelaksanaan gerakan yang dilakukan secara efisien untuk menyelesaikan tugas tertentu, sesuai dengan cabang olahraga yang ditekuni.
Macam-macam tekhnik dalam olahraga
A.     Tekhnik dasar
 Pengusaan tekhnik tingkat awal yang terdiri dari komponen-komponen penting    cabang olahraga tertentu.
B.     Tekhnik menengah
Pengusaan yang menuntut kemampuan fisik agak meningkat seperti penggunaan kekuatan, kecepatan dan kordinasi lebih tinggi dari tekhnik dasar
C.     Tekhnik tinggi
Suatu tekhnik yang menuntut dan menentukan gerakan dengan sempurnaketepatan, kecermatan dan kordinasi yang tinggi.
D.   Pengembangan latihan tekhnik
Tahapan I
a.       Penyusunan kemahiran
b.      Penghalusan
c.       Penggabungan
d.      Persiapan
e.       Menyusun variable
 Tahapan II
a.       Kordinasi kasar (gerak lamban, baku)
b.      Kordinasi halus (cepat dan lentur)
c.       Stsbilisasi dan otomatisasi
v     Tahap kognitif
v     Tahap asosiasi
v     Tahap otomatisasi
 E.   Metode latihan
1.      Metode latihan bagian(pengorganisasian materi latihan)
2.      Metode latihan keseluruhan (memilih berdasarkan kebutuhan materi)
3.      Massed Mactice ()pengaturan giliran latihan terhadap satu jenis materi)
4.      Distribiuter mactee (pengaturan aktu istirahat secara selang selng dengan latihan)
III. LATIHAN TAKTIK DAN STRATEGI :
Taktik yaitu suatu siasat yang digunakanuntuk memenangngkan suatu pertandingan secara sportif dengan menggunakan tekhnik indvidu, fisik dan mental.
Strategi yaitu suatu siasat atau akal yang dirancang sebelum pertandingan berlangsung untuk memenangkan pertandingan dengan sportif.
a. Macam-macam taktik;
  1. Taktik penyerangan
  2. Taktik pertahanan
  3. Taktik perorangan
  4. Grup taktik
  5. Tim taktik atau efektif taktik
b. Tahap-tahap tindakan taktik:
1.      Persepsi
2.      Analisis
3.      Mental solution
4.      motor solution
c. Metode latihan takik:
  1. Pengetahuan taktik
  2. Kemampuan taktik
    1. Petunjuk teoritis
    2. Pengetahuan praktis
PRINSIP DASAR LATIHAN KONDISI FISIK
A.     Latihan kekuatan
1.      macam-macam kekuatan(kekuatan menyeluruh)
2.      Kekuatan spesifik
3.      Exploive fower
4.      Daya tahan otot
5.      Kekuatan maksimum
6.      Kekuatan absolute
B.     Cara meningkatkan kekuatan
  1. Sistim sirkuit
  2. SIstim Set (repetisi)
C.     Prinsif latihan kekuatan
  1. Prisif beban lebih (Over load)
  2. Peningkatan secara bertahap (Progresif)
  3. Pengaturan latihan
D.     Latihan kekuatan
  1. Power Clean (angkat beban lewat depan lutut)
  2. Militery Press (Angkat barbell ke atas)
  3. Upright row (angkat barbell sampai dekat dagu)
  4. Ben over row (lutut dikonci/kencang bungkuk)
  5. Pull down (tarik lengan atas sampai ke leher)
  6. Tricep Extention (tekan ke bawah sampai siku lurus)
  7. Hach Squat (angkat barbell di belakang badan)
  8. Inclien press (menarik beban ke depan)
I. LATIHAN KECEPATAN :
Macam-macam kecepatan :
  1. Kecepatan lari cepat
  2. Kecepatan reaksi
  3. Kecepatan gerak
a. Membedakan kecepatan menjadi 3 bagian yaitu :
  1. Kecepatan gerak dari berbagai tubuh
  2. kecepatan percepatan lari (Frekuensi latihan)
  3. kecepatan lari maximal (mempertahankan kecepatan dalam jarak)
b. Factor-faktor yang mempengaruhi gerak
  1. Tenaga otot
  2. Viscositas otot (hambatan gesekan da;lam sel/pemanasan)
  3. Kecepatan reaksi (tergantung dari seabut otot)
  4. Ciri antropometrik
  5. Daya tahan kecepatan
c. Metode latihan kecepatan
  1. Metode latihan pengulangan lari cepat
  2. metode latihan lari cepat lambat.
  3. Acceleration Sprint (jogging 50 m sprint penuh)
II. LATIHAN DAYA TAHAN :
A. Macam-Macam Daya Tahan
  1. Daya tahan otot local
  2. Daya tahan umum (Cardiovasculer)
B. Jenis Latihan Daya Tahan
  1. Slow continuous Ranning atau Long slow distance
  2. Fastlek (lari di daerah berbukit-bukit)
  3. Interval training
Keterangan: interval trinning
    1. Lamanya latihan diartinya jarak lari yang ditempuh
    2. Beban latihan  (intensitas) diartikan waktu atau tempo untuk jarak tertentu
    3. Ulangan (reptition) Diartikan frekuensi atau beberapa kali jarak tersebut harus dilakukan
III. LATIHAN KELINCAHAN DAN DAYA TAHAN :
A. Macam-macam kelincahan
1.      Kelincahan umum
2.      Kelincahan khusus
B. Jenis-jenis latihan kelincahan
1.      lari bolak balik (satle run) 6-8 kali dalam jarak 4-5 m.
2.      lari belok-belok (zig-zag)
3.      Jongkok berdiri (squat thrust)
C. Jenis latihan kelenturan
1.      Peregangan dinamis
2.      Peregangan statis
3.      Peregangan pasif (bantuan teman)

DASAR DASAR KEPELATIHAN  
Perkembangan dunia olahraga dewasa ini semakin berkembang dan maju. Indonesia merupakan Negara berkembang yang selalu dipertimbangkan dalam percaturan dunia olahraga. Ada cabang-cabang olahraga yang dapat mengharumkan nama bangsa ini, dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan prestasi olahraga tersebut di Negara ini, maka upaya tersebut tidak terlepas dari sumber daya manusia yang menjadikan objek tersebut berkembang. Objek yang dimaksud adalah atlet dan pelatih.           
Pelatih merupakan ujung tombak dalam upaya menunjang keberhasilan prestasi olahragawan. Agar atlet mencapai prestasi dengan baik, maka pelatih harus menguasai teori dan metodologi latihan atau prinsip-prinsip melatih, bekal dasar ilmu melatih tersebut merupakan landasan yang berpedoman pada pembinaan dan peningkatan kondisi fisik, beban latihan, meningkatkan keterampilan, teknik, taktik dan strategi.
Ledakan pengetahuan dalam ilmu Kepelatihan telah mencapai yang mengagumkan. Di banyak Pendidikan dasar Universitas mendukung penelitian yang ditujukan untuk meneliti gerakan manusia. Banyak majalah penelitian baru yang diterbitkan untuk menampung jumlah penelitian yang makin banyak yang dihasilkan oleh berbagai ilmu olahraga. Hal yang nampak di tahun akhir-akhir ini, praktik para pelatih telah menampakkan keadaan pengetahuan ilmu kepelatihan.
Pada waktu terdahulu untuk menjadi calon pelatih hanyalah hasrat untuk bekerja dengan olahragawan dan pengetahuan dasar olahraga tertentu. Sekarang pelatih yang berhasil harus memahami prinsip-prinsip ilmu yang bias menerapkan dan menunjukkan penampilan olahragawan. Pada tahun terakhir metode telah di tetapkan pada penelitian olahraga secara meyakinkan. Ribuan ilmuwan yang bekerja di bidang ini dan di Laboratorium di seluruh dunia telah mengadakan penelitian dengan maksud untuk memperjelas pengetahuan kita tentang olahragawan dan factor-faktor yang menentukan tingkat penampilan mereka.
Kebanyakan pelatih yang mapan berpendapat bahwa pelatih yang berhasil itu adalah sebagian seni dan sebagaian lainnya ilmu. Hal ini mengandung pengertian bahwa pelatihan menuntut kreativitas dan interpretasi mengenai cabang perorangan maupun situasinya.
Kegiatan-kegiatan dalam dasar ilmu kepelatihan merupakan suatu aspek kegiatan dasar manusia bergerak sebagai objek formalnya. Oleh karena untuk mempelajarinya diperlukan ilmu-ilmu penunjang yang ada hubungannya dengan kegiatan kepelatihan seperti : ilmu faal (fisiologi), ilmu urai (anatomi), ilmu jiwa (psikologi), ilmu gizi, ilmu pendidikan, sejarah biomekanik, ilmu social, statistic, cidera olahraga, tes dan pengukuran olahraga, belajar motorik.
Dengan mempelajari ilmu-ilmu penunjang tersebut agar lebih mudah bagi seorang pelatih membahas dan memecahkan permasalahan menyangkut kepelatihan. Permasalahan yang timbul dalam dunia kepelatihan kompleksitasnya sangat tinggi, sebagai contoh apabila sang atlet mempunyai kondisi fisiknya lemah antisipasi seorang pelatih harus meningkatkan kondisi fisik tersebut, dilain sisi akan tertundanya proses latihan teknik, mental dan keterampilan, hal semacam ini dilakukan bersama-sama atau bagian demi bagian dalam proses, disinilah bahwa pelatih juga dapat dikatakan sebagai seniman, yaitu antara memadukan seni latihan fisik dan seni latihan keterampilan. Dan pada akhir semua komponen latihan ini menjadi satu kesatuan pola cara melatih keseluruhan dan menghasilkan prestasi yang optimal.
Semoga Bermamfaat, Shukran Jazakallah Khairan@


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MODUL ILMU KEPELATIHAN"