Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Modifikasi Pendidikan Jasmani

Hakikat pendidikan jasmani adalah anak dapat melakukan kegiatan menuju olahraga baik itu dalam bentuk permainan asli atau permaian yang di bentuk dalam model yang telah dimodifikasi. Kreatifitas guru sangat dibutuhkan olrh guru Penjasorkes dalam memodifkasi.
Yang menjadi tujuan atau sasaran dalam modikasi pembelajaran penjas adalah :
Konsep dasar pikiran anak adalah bermain. Dari seluruh kegiatan yang mereka lakukan apabila mereka merasa senang maka mereka akan menganggap hal itu adalah permainan. Itulah salah satu kehebatan dalam Pendidikan Jasmani. Dalam pembelajaran Penjas yang di modifikasi banyak sekali anak yang tidak tahu bahwa melalui modifikasi mereka telah dapat melakukan Sepak Bola, Basket, Volly, Bowling, Base Ball, dan jenis olahraga lainnya. 
Modifikasi pembelajaran Penjas juga menjadi solusi dalam menangani sarana dan prasarana yang kurang memadai. Hal ini menjadi sangat penting terutama bagi sekolah yang berada di pedesaan. Akhirnya kreatifitas lagi yang harus diolah agar mereka dapat menciptakan model modifikasi yang menyenangkan.
Jadi, mengapa kita memodifikasi?
  1. Kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah.
  2. Anak belum memiliki kematangan fisik dan emosonal.
  3. Olahraga yang dimodifikasi akan mampu menambah ketrampilan gerak anak.
  4. Menumbuhkan kesenangan dan kegembiraan dalam kondisi pembelajaran yang kompetitif.
Anak mudah sekali jenuh dengan kegiatan yang ada di sekitar lingkungannya. Terkadang Guru Penjas melakukan masih meneruskan dengan model pembelajaran yang sama dan anak mudah sekali bosan dengan hal yang itu-itu saja, namun kembali lagi kepada kreatifitas Guru Penjas dalam melakukan modifikasi pembelajaran. Modifikasi dalam pendidikan tidak hanya mencakup dalam jenis permainan dan peraturan, tetapi juga di dalamnya jenis alat atau sarana dan prasarana. 
Lalu apa yang dimodifikasi?
  1. Ukuran berat dan bentuk peralatan.
  2. Lapangan permainan.
  3. Waktu bermain atau lamanya permainan.
  4. Peraturan permainan atau jumlah pemain.
Sebagai Guru Penjasorkes kita tidak boleh memaksakan anak kedalam model pembelajaran kita. Terkadang sebagai guru Penjas harus mengoreksi diri mengapa anak jenuh dan tidak tertarik kepada jenis modifikasi yang kita lakukan. Dari beberapa jumlah siswa tidak semua siswa cocok dengan model pembelajaran yang kita lakukan. Jadi terkadang kita juga harus melakukan beberapa tambahan, seperti : Puzzle. Matematika. Bahasa Indonesia. dan Mata pelajaran yang lain. karena perlu di ingat, konsep penjas memiliki sasaran kepada Kognitif, Afektif, dan Psikomotor. Jadi berkreasilah dalam modifikasi dalam Pembelajaran Penjas. (Terima Kasih)
Modifikasi Dalam Pembelajaran Penjas
Pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas fisik sebagai media utama untuk mencapai tujuan. Bentuk-betuk aktivitas fisik yang lazim digunakan oleh anak Sekolah Dasar, sesuai dengan muatan yang tercantum dalam kurikulum adalah bentuk gerakan-gerakan olahraga, sehingga pendidikan jasmani Sekolah Dasar memuat cabang-cabang olahraga.
Penyelenggaraan program pendidikan jasmani hendaknya mencerminkan karakteristik program pendidikan jasmani itu sendiri, yaitu : “Development Appropriate Practice” (DAP). Artinya adalah tugas ajar yang diberikan harus memperhatikan perubahan kemampuan anak dan dapat membantu mendorong perubahan tersebut. Dengan demikian tugas ajar tersebut harus sesuai dengan tingkat perkembangan anak didik yang sedang dipelajarinya. Tugas ajar yang sesuai ini harus mampu mengakomodasi setiap perubahan dan perbedaan karakteristik setiap individu serta mendorongnya kearah perubahan yang lebih baik.
Untuk mencapai tujuan tersebut, guru pendidikan jasmani harus dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani sesuai dengan tahap-tahap perkembangan dan karakteristik anak didik, terutama di Sekolah Dasar. Memodifikasi sarana dan prasarana merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan guru pendidikan jasmani Sekolah Dasar agar pembelajaran dapat mencerminkan DAP. Oleh karena itu, DAP termasuk didalamnya “body scaling” atau ukuran tubuh siswa, harus selalu dijadikan prinsip utama dalam memodifikasi sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani.
1. Pengertian Modifikasi
Modifikasi secara umum diartikan sebagai usaha untuk mengubah atau menyesuaikan. Namun secara khusus modifikasi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk menciptakan dan menampilkan sesuatu hal yang baru, unik, dan menarik.
Modifikasi disisni mengacu kepada sebuah penciptaan, penyesuaian dan menampilkan suatu alat/sarana dan prasarana yang baru, unik, dan menarik terhadap suatu proses belajar mengajar pendidikan jasmani.
Pelaksanaan modifikasi sangat diperlukan bagi setiap guru pendidikan jasmani sebagai salah satu alternatif atau solusi dalam mengatasi permasalahan yang terjadi dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani, modifikasi merupakan implementasi yang sangat berintegrasi dengan aspek pendidikan lainnya.
2. Tujuan Modifikasi
Setiap rencana yang akan dilaksanakan tentunya terdapat suatu maksud dan tujuan. Dalam hal ini Lutan (1988) menyatakan mengenai tujuan memodifikasi dalam pelajaran pendidikan jasmani yang dikutip oleh Husdarta (2011:179) yaitu agar :
1.      Siswa memperoleh kepuasan dalam mengikuti pelajaran,
2.      Meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam berpartisipasi, dan
3.      Siswa dapat melakukan pola gerak secara benar.
Pendekatan modifikasi ini dimaksudkan agar materi yang ada di dalam kurikulum dapat tersampaikan dan disajikan sesuai dengan tahap-tahap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor anak, sehingga pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar dapat dilakukan secara intensif.
Semoga Bermamfaat, Shukran Jazakallah Khairan@


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Modifikasi Pendidikan Jasmani"