Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Modifikasi Olahraga Bola Basket



Modifikasi adalah suatu perubahan dari suatu yang ada menjadi hal baru. Modifikasi merupakan salah satu alternatif dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. Modifikasi ini bisa dilakukan pada materi-materi permainan bola besar. Bolabasket merupakan salah satu materi yang termasuk dalam permainan bola besar. Berdasarkan observasi awal, pengamatan dan analisis kebutuhan yang dilakukan pada guru dan siswa dapat diketahui dan disimpulkan bahwa belum pernah dilakukan suatu modifikasi pada proses pembelajaran pendidikan jasmani khususnya modifikasi permainan bola besar, terutama bolabasket.
Siswa tidak pernah diberikan informasi mengenai peraturan resmi yang ada dalam permainan bolabasket sehingga banyak siswa yang merasa kesulitan memahami dan mengerti dalam bermain bolabasket menggunakan peraturan yang resmi. ingin membuat suatu modifikasi permainan bolabasket dengan menyederhanakan ukuran lapangan, sasaran, waktu bermain dan aturan yang lebih mudah dimainkan, agar siswa selalu aktif bergerak dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah.
Cara memodifikasi olahraga bola basket
  1.  Bola yang asli bisa diganti dengan bola bola plastik untuk langkah awal bagaimana caranya memasukkan bola kekeranjang
  2. Tinggi tiang dikurangi disesuaikan dengan jangkauan anak SD atau ditanam kayu penyanggah ember/baskom
  3. Keranjang bisa rupa ember atau baskom
  4. Ukuran lapangan diminimalisir
Cara bermain, siswa di ajarkan suting atau memasukkan bola kedalam ember atau baskom yang telah dipasang ditiang penyanggah, setelah bolanya masuk maka disuruh ambil lagi dan mengulangi dengan gerakan yang sama.
Peraturan permainan bolabasket terlalu sulit bagi siswa, sehingga siswa kurang aktif mengikuti pembelajaran materi permainan bolabasket. Oleh sebab itu, diperlukan modifikasi permainan bola besar, khususnya bolabasket sebagai bahan ajar dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa  pada pembelajaran pendidikan jasmani. Produk akhir berupa modifikasi permainan bola besar pada pembelajaran pendidikan jasmani.
Seringkali seorang guru Pendidikan Jasmani atau penjas mengeluhkan keadaan sarana dan prasarana sekolah tempat ia mengajar. Terkadang, seorang guru penjas harus “bertengkar” dengan kepala sekolah atau kepsek untuk menyediakan fasilitas olahraga di sekolah.
Sementara menurut pemikiran sebagian orang, pelajaran penjas tidak begitu penting, mengingat pelajaran tersebut tidak masuk dalam ujian nasional (UN) atau ujian akhir berstandar nasional (UASBN). Jadilah pelajaran penjas menjadi “anak tiri” di sekolah, sehingga kurang mendapat perhatian yang serius.
Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang peran sentral pelajaran penjas dalam mendukung proses pendidikan secara menyeluruh. Tulisan ini lebih menekankan peran guru penjas, agar lebih kreatif dan inovatif untuk memodifikasi pembelajaran penjas dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah.
Harus disadari bahwa sarana dan prasarana olahraga di sekolah sangat bervariasi antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Jika sekolah memiliki fasilitas olahraga yang lengkap, sudah tentu tidak menjadi persoalan bagi sang guru. Masalahnya, kita masih menemukan sekolah dengan sarana dan prasarananya yang sangat terbatas.
Menurut Undang-undang Sistem Keolahragaan Naional (UU SKN) No. 3 Tahun 2005 pasal 20 dan 21 Sarana olahraga adalah peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan olahraga. Sementara prasarana olahraga adalah tempat atau ruang termasuk lingkungan yang digunakan untuk kegiatan olahraga dan/ atau penyelenggaraan keolahragaan.
Berdasarkan UU SKN tersebut dapat dijelaskan bahwa sarana meliputi peralatan dan perlengkapan yang dipergunakan seperti bola kaki, bola voli, bola kasti, bola takraw, bola basket, papan pantul ring basket, tiang voli beserta netnya, raket bulu tangkis beserta netnya, meja tenis meja beserta betnya, tongkat estafet, peluru untuk tolak peluru, lembing, bak lompat jauh, gawang futsal, matras dan peralatan lainnya. Sementara prasarana meliputi ruangan atau lapangan yang dapat digunakan untuk melakukan aktifitas olahraga yang akan dilakukan.
Sebuah sekolah idealnya memiliki lapangan terbuka seluas 20x40 meter, maka di atas lapangan itu bisa dibuat lapangan futsal, voli, bulu tangkis, sepak takraw, kasti. Kecuali untuk bola basket, lapangan harus di semen dan membutuhkan fasilitas papan pantul dan ring. Tetapi jika sebuah sekolah, hanya memiliki lapangan yang lebih kecil dari ukuran di atas, maka guru penjas harus berpikir keras untuk memenuhi kewajiban pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Tetapi, kebanyakan sekolah telah memiliki lapangan yang berukuran seperti di atas, karena kebutuhan itu mutlak mengingat sebagai lapangan untuk melaksanakan kegiatan upacara bendera.
Jika kebanyakan sekolah telah memiliki lapangan yang telah memenuhi kebutuhan untuk melakukan aktifitas olahraga, bagaimana dengan perlengkapannya? Inilah persoalannya! Peralatan olahraga yang lengkap tidak dimiliki semua sekolah. Ada yang hanya memiliki bola kaki dan bolabasket saja, itupun jumlahnya sangat minim dan sudah bocor pula.
Dengan jumlah siswa yang berkisar antara 25-35 orang, idealnya jumlah bola yang dimiliki sekolah 15 buah. Artinya kondisi perlengkapan olahraga yang ideal di sebuah sekolah setengah dari jumlah siswa satu kelas. Itu artinya, setiap sekolah idealnya harus memiliki 15 buah bola futsal, 15 buah bola voli, 15 buah bola takraw, 15 buah bola basket, 15 bola kasti, 15 buah raket dan shuttlecock, 15 buah bet dan bola tenis meja. Sementara itu jumlah net bola voli, bulu tangkis, sepak takraw, tenis meja dan bak lompat jauh cukup 1 (satu) buah saja. Selanjutnya ketersediaan gawang futsal dibutuhkan 2 (dua) buah dan berkisar 5 (lima) buah untuk perlengkapan lainnya seperti matras, gawang atletik, peluru tolak peluru, lembing, cakram.
Jika sebuah sekolah memiliki fasilitas seperti disebut di atas, maka seorang guru penjas akan menikmati tugasnya untuk menjadi fasilitator dengan penuh motivasi dan semangat. Tetapi, jika kesemua fasilitas tersebut di atas tidak dapat terpenuhi oleh sekolah, tidak boleh mengendurkan semangat guru penjas untuk mengajar. Toh, kalau sekolah harus memenuhi semua fasilitas tersebut, berapa banyak dana BOS (biaya operasional sekolah) yang harus tersedot untuk itu?
Guru penjas harus kreatif mensiasati keadaan keterbatasan fasilitas! Seperti kata pepatah tak ada rotan akar pun jadi. Semangat ini harus kita cam-kan. Sebagai seorang guru penjas, tidak boleh kalah dengan kondisi yang ada. Karena, jika kita mau dan serius, semua persoalan keterbatasan fasilitas olahraga dapat kita atasi.
Secara tidak sadar, selama ini sebagian besar guru penjas telah bisa survive dengan kondisi keterbatasan yang ada. Misalnya mengganti bola basket dengan bola plastik yang harganya lebih murah, mengganti tongkat estafet dengan ranting kayu, mengganti peluru atletik dengan batu, mengganti cakram dengan piring plastik/ kaleng, mengganti gawang dengan kardus bekas, mengganti raket dengan raket buatan dari papan atau triplek, mengganti net dengan tali plastik, mengganti tiang gawang dengan batang kayu dan mengganti matras dengan tumpukan jerami.
Kenyataan tersebut menegaskan bahwa, sebenarnya guru penjas telah memiliki kreatifitas untuk memodifikasi peralatan olahraga. Alangkah bijaknya jika modifikasi yang telah diciptakan guru-guru penjas sebelumnya dapat dimutakhirkan lagi dengan model pembelajaran modifikasi yang tidak sebatas substitusi perlatan saja, tetapi juga modifikasi yang kebih kreatif lagi.
Seperti apa modifikasi yang lebih kreatif itu? Penulis mengelompokkannya ke dalam empat bagian, yakni ; pertama, modifikasi permainan beserta peraturannya, kedua, modifikasi olahraga rakyat menjadi olahraga yang lebih mengarah pada peningkatan kebugaran siswa, ketiga, kegiatan aktivtas outbound, dan keempat, menciptakan bentuk permainan baru yang lebih kreatif dan sesuai dengan kondisi lapangan sekolah yang ada.
Pertama, kita membahas modifikasi peraturan permainan olahraga yang telah banyak dilakukan guru-guru penjas, bahkan telah dipertandingkan antar sekolah. Misalnya sepak bola menjadi sepakbola mini, bola voli menjadi bola voli mini, bola basket menjadi bola basket mini, tenis menjadi tenis mini dan nomor-nomor pada cabang olahraga atletik seperti nomot sprint 100 meter menjadi 60 meter, lempar lembing diganti dengan lempar roket, sepak takraw diganti dengan kenchi/ bulu ayam, dan nomor-nomor atletik yang digabung-gabung menjadi tri-lomba (lari sprint, lompat kodok 3x dan lempar roket).
Kedua, modifikasi olahraga tradisional/ rakyat yang kurang mendapat perhatian serius atau terabaikan oleh guru-guru penjas. Banyak jenis olahraga tradisional yang sangat mengasyikkan bagi siswa, seperti galasin/ gerobak sodor/ galah panjang, pecah piring, enggrang, permainan karet, gotri, sambar elang, lari goni, lari guli, terompah bajak, alip berondok, kuda tunggang, batu locak dan lain sebagainya. Kesemua jenis permainan olahraga tradisional ini tetap memiliki dan mengarah pada peningkatan aspek physical conditioning siswa, seperti kecepatan, kekuatan, daya tahan, kelincahan, kelentukan, keseimbangan, daya ledak dan ketepatan. Bukankan hakikat pembelajaran pendidikan jasmani meningkatkan kebugaran siswa?
Ketiga, melakukan kegiatan aktivitas outbound yang yang lagi trend saat ini, dan sudah mulai dilaksanakan oleh beberapa sekolajh. Kita tidak perlu melakukan aktivitas outbound ke lokasi wisata yang jauh dari sekolah, sehingga menguras keuangan siswa. Karena aktivitas outbound dapat juga dilakukan di lokasi sekolah dan yang pasti tidak kalah serunya dengan lokasi wisata. Jenis-jenis aktivitas outbound yang dapat dilakukan di sekolah seperti field trap, water fall, blind army, happy king, moving carpet, borgol hands, hole trap, step with stone, dragon ball, mendulang emas, ban titian, pasak bumi, botol ajaib, tali kubus, bola bisu, lari lambat, panjang-panjangan, bangku bisu, transfer air, pipa bocor dan jenis lainnya. Sesekali jika memungkinkan, siswa dapat diajak ke alam bebas untuk memainkannya serta ditambah dengan aktivitas low and high rope yang lebih menantang, seperti flying fox, rafling, titian dewa, rafting, dan tracking.
Keempat, upaya guru penjas menciptakan olahraga baru yang relevan dengan tujuan pembelajaran penjas. Walau terasa cukup berat, namun bukan mustahil guru-guru penjas dapat menciptakan olahraga baru yang lebih kreatif lagi. Saat ini telah banyak guru-guru penjas yang membentuk perkumpulan-perkumpulan atau organisasi, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) Penjas, Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (Isori) dan banyak perkumpulan lainnya. Perkumpulan-perkumpulan guru penjas ini telah bergera melakukan pembahasan-pembahasan dan pemutakhiran model pembelajaran penjas. Diharapkan langkah tepat yang sudah dilakukan dapat di follow-up lagi untuk mewujudkan penciptaan jenis olahraga baru. Kenapa tak mungkin?
Sudah saatnya guru penjas berhenti mengeluhkan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada. Jangan sampai, guru penjas melakukan aksi memusuhi kepala sekolah, hanya karena penolakan-penolakan atas proposal penyediaan sarana dan prasarana yang kita tawarkan. Sekali lagi, guru penjas tidak boleh menyerah dengan kondisi sekolah yang serba terbatas. Karena selama kita berfikir maka eksistensi dan kreativitas kita akan selalu ada. Yakinlah bahwa pelajaran penjas bukanlah pelajaran yang menjadi “anak tiri“ di sekolah. Karena selagi murid masih bersorak gembira atas kehadiran kita untuk membawakan pelajaran penjas, itu artinya menjadi tantangan bagi kita untuk menyahuti keinginan bermain para siswa.
Semoga Bermamfaat, Shukran Jazakallah Khairan@

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Modifikasi Olahraga Bola Basket"