Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

MAKALAH LATIHAN KONDISI FISIK RENANG



A. KEKUATAN
Kekuatan merupakan kemampuan otot mengeluarkan daya. Khasnya, istilah kekuatan diasosiasikan dengan kemampuan menyerahkan daya maksimal dalam 1 gerak. Kadangkala juga disebut sebagai 1 pengulangan gerak usaha maksimal (1 RM).
Misalnya, kita memasang bar dengan beban 50 kg dan disuruh untuk melaksanakan sebanyak mungkin pengulangan gerak. Bila kita hanya dapat melakukan 1 repetisi atau pengulangan gerak maka 1 R(epetisi) M(aksimal) atau 1 RM kita = 50 kg. Peningkatan kekuatan dapat memberi kemudahan pada olahraga kompetitif (renang, tennis dst) maupun pekerjaan sehari-hari tanpa memandang usia. Program latihan kekuatan pada umumnya memperbesar otot ketimbang latihan pengencangan otot akan tetapi tidak sebesar yang dihasilkan program latihan pembentukan tubuh.
B. KECEPATAN
Latihan kecepatan yang masih bersifat umum ini diberikan dalam bentuk latihan lari dan sekaligus dengan latihan reaksi. Beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam latihan kecepatan antara lain sebagai berikut.
Perlu diingat bahwa untuk lebih efektifnya latihan kecepatan tersebut, perlu rangsangan¬rangsanganlstimulus luar seperti: tanda dengan tepukan Langan, bunyi peluit, atau suara sebagai komando untuk mulai yang sekaligus juga melatih reaksi pemain.
C. DAYA TAHAN
Daya tahan adalah kemampuan untuk bekerja atau berlatih dalam waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan. Banyak kegiatan dalam membina daya tahan yang dapat dilakukan, antara lain: lari jarak jauh, latihan aerobik 12 menit, lari lintas alam (cross country), fartlek, dan interval nterval training.
- Latihan aerobik
Latihan aerobik dengan waktu yang ditentukan selama 12 menit, berusaha untuk mencapai jarak sejauh mungkin. Dalam proses latihan, semakin hari harus dapat menempuh jarak yang semakin jauh untuk menemukan tingkat kebugaran jasmani dengan hasil yang dicapai.


- Latihan cross country
Latihan cross country atau lari lintas alam memang umum dilakukan. Biasanya dilakukan sebagai selingan dari latihan-latihan daya tahan lainnya. Latihan ini terutama sekali dilakukan dalam periode persiapan.
- Latihan fartlek
Prinsip latihan fartlek adalah berlari dengan berbagai variasi. Artinya dapat mengatur kecepatan lari yang diinginkan selama melakukan latihan tersebut sesuai dengan keinginan dan sesuai pula dengan kondisi/kemampuan atlet. Sebagai contoh dapat dimulai latihan dengan lari lambat-lambat, kemudian dilanjutkan dengan lari cepat pada jarak-jarak pendek secara intensif.
- Interval training
Interval training adalah bentuk latihan daya tahan dengan berlari pada jarak tertentu dengan waktu tertentu, dengan masa pemulihan (recovery) di antara pengulangan jarak tersebut. Hal-hal yang perlu ditentukan dalam merencanakan latihan interval adalah sebagai berikut.
a) Jarak yang akan ditempuh
b) Kecepatan untuk menempuh jarak tersebut
c) Pengulangan (repetition), yaitu beberapa kali jarak tersebut akan ditempuh
d) Lamanya masa istirahat (recovery) di antara repetisi.
e) Latihan kelentukan (Flexibility training)
Ada dua bentuk dalam mengembangkan kelentukan antara lain: (1) Peregangan dinamis dan (2) peregangan statis.
a) Peregangan dinamis
Peregangan dimanis dilakukan dengan menggerakkan tubuh atau anggota tubuh secara berirama atau dengan memantul-mantulkannya (bouncing), sehingga otot-otot teregang dan terulur.
Contoh peregangan dinamis adalah sebagai berikut:
Duduk telunjur dengan kedua kaki lurus, usahakan untuk mencapai Ujung jari kaki dengan jari-jari tangan, sambil melakukan gerakan merengut pinggang.
b) Peregangan statis
peregangan ini dilkukan dengan menegangkan tubuh atau anggota tubuh dan mempertahankan sikap tersebut tanpa bergerak untuk beberapa saat

D. KELENTUKAN
KelentuKan diperoleh dengan melakukan berbagai latihan peregangan, yang dapat dilakukan di manapun dan dalam posisi apapun. Peregangan dapat dilakukan sambil berdiri maupun duduk, dan berbagai benda dapat digunakan sebagai alat bantu latihan, misalnya tembok, kursi, lemari, dan sebagainya.
Namun, jika anda belum mampu melakukan latihan lengkap, berikut ini berbagai cara kreatif untuk memacu anda melaksanakan latihan:
- Pertama, Gunakan tangga sebanyak mungkin dan hindari lift maupun elevator. Sebagai variasi, lompati 2 anak tangga sekaligus, atau percepat langkah Anda.
- Kedua, berjalanlah sebanyak anda bisa. Banyak cara dapat Anda lakukan, misalnya dengan memarkir kendaraan agak jauh dari tujuan, dan hindari berbelanja secara drive-through. Jika anda memindahkan barang-barang, jangan lakukan sekaligus sehingga anda perlu berjalan bolak-balik.
KelentuKan atau flexibility sering diartikan sebagaia kemampuan seseorang untuk mengeerakkan tubuh atau bagian-bagian dalam satu ruang gerak yang seluas-luas mungkin, tanpa mengalami cedera pada persendian dan otot sekitarnya persendian. Olaeh karena kelentukan ini berpangkal pada luas gerak bagian tubuh di sekitar persendian tertentu, maka kebutuhan akan tarap kelenturan ini akan berbeda-beda pada tipa cabang olahraga. Contohnya kelentukan yang dibutuhkan untuk cabang senam akan lebih besar dibandingkan cabang renang. Dalam hal ini yang menjadi masalah utama sama, yaitu taraf mana yang baik atau buruk bagi suatu persendian untuk kegiatan olahraga tertentu.
Berbagai study menungkapkan bahwa anak wanita lebih baik tingkat kelentukannya dari pada anak laki-laki. Ada kekhawatiran orang awam bahwa weight training dapat menyebabkan kekakuan otot sehingga mengurangi kelentukan-kelentukan persendian. Kusunitz dan Keeney (1958) menyatakan bahwa weight training tidak akan mengurangi kelentukan persendian. Kekakuan otot tidak akan terjadi apabila dalam melaukan weight training gerakan dilentukkan sepenuhnya sesuai dengan ruang gerak maksimum pada sendi yang bersangkutan. Perkembangan kelentukan seseorang itu mulai usia kanak-kanak hingga dewasa.
Contoh-contoh latihan kelenturan antara lain adalah sebagai berikut:
- Latihan mencium lutut dalam posisi duduk pada gerakan senam lantai.
Latihan ini ditujukan untuk melatih kelenturan otot punggung.
- Latihan mencium lutut dalam posisi berdiri pada gerakan senam lantai.
Latihan ini ditujukan untuk melatih kelenturan otot punggung dan pinggang.
- Latihan mencium lantai pada posisi duduk dengan kaki terlentang pada gerakan senam lantai.
Latihan ini bertujuan untuk melatih kelenturan otot punggung dan pinggang.
- Latihan berbaring kangkang.
Latihan ini bertujuan untuk melatih kelentukan otot pinggang.
- Latihan kayang.
Latihan kayang bertujuan untuk melatih kelentukan otot perut, punggung, dan pinggang.
- Latihan sikap cobra.
Latihan sikap cobra dalam senam dapat dilakukan untuk melatih kelenturan otot pinggang.
- Latihan splits.
Latihan splits sangat penting digunakan untuk melatih kelenturan otot selangkangan.
2. JENIS LATIHAN WEIGH TRAINING
A. HALF SQUATH
Beban di taruh pada pundak di belakang leher, kemudian tungkai di bengkokkan, sebaiknya tumit di ganjal dengan suatu ketinggian, misalnya; sepotong kayu yang tebalnya kira-kira 4-5 cm. otot otot yang terlatih adalah otot paha dan otot betis, ini sangat berfungsi pada kekuatan tungkai seorang perenang.
B. STEP UP
Naik turun bangku dengan beban di pundak, ini meltih otot-otot tungkai selain itu bisa juga dilakukan dengan squat jump dengan beban di pundak lompat-lompat di tempat dengan setiap kali melakukan squat (jongkok) terlebih dahulu. Latihan ini dilakukan dengan ke dua kaki berganti-ganti ke depan dan kebelakang.
C. TRUNKTURNING
Dengan beban di pundak, putar badan kekanan dan kekiri, ini melatih fleksibilitas togok pada gaya punggung dan gaya kupu-kupu.
D. SNATCH
Beban dilantai, peganglah tiang dengan pegangan kira-kira selebar bahu. Kemudian angkatlah besi langsung ke atas kepala, latihan ini mempunyai pengaruh yang menyeluruh pada otot-otot tungkai, pinggang, bahu dan lengan.
E. ROWING
Bungkukkan badan hingga punggung lurus dan sejajar dengan lantai. Beban bergantung ke bawah dengan lurus kemudian bawa beban ke dada dengan siku ke luar dan segaris dengan bahu. Ini melatih otot-otot lengan, punggung, bahu, deltoid, trisep dan bishep, ini sangat berpengaruh pada ke- 4 gaya renang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MAKALAH LATIHAN KONDISI FISIK RENANG "