Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Kemampuan Dalam Mengajar



A. Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar
Keterampilan dasar mengajar (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan profesional (As. Gilcman,1991). Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu :
1)      Menguasai materi atau bahan ajar yang akan diajarkan (what to teach)
2)      Menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya (how to teach)
Keterampilan dasar mengajar termasuk kedalam aspek no 2 yaitu cara membelajarkan siswa. Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh tenaga pengajar, karena dengan keterampilan dasar mengajar memberikan pengertian lebih dalam mengajar. Mengajar bukan hanya sekedar proses menyampaikan materi saja, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan dan nilai-nilai.
B.     Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
1.      Pengertian Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
Keterampilan membuka pelajaran adalah usaha guru untuk mengkondisikan mental peserta didik agar siap dalam menerima pelajaran. Dalam membuka pelajaran peserta didik harus mengetahui tujuan yang akan dicapai dan langkah-langkah yang akan ditempuh.
Keterampilan menutup pelajaran adalah keterampilan guru dalam mengakhiri kegitan inti pelajaran. Dalam menutup pelajaran, guru dapat menyimpulkan materi pelajaran, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guna dalam proses belajar mengajar.
2.      Tujuan membuka dan menutup pelajaran
Tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan keterampilan membuka pelajaran adalah :
1)      Menyiapkan mental siswa untuk memasuki kegiatan inti pelajaran
2)      Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran
3)      Memberikan gambaran yang jelas tentang batas-batas tugas yang harus dikerjakan siswa
4)      Menyadarkan siswa akan hubungan antara pengalaman/bahan yang sudah dimiliki/diketahui dengan yang akan dipelajari
5)      Memberikan gambaran tentang pendekatan atau kegiatan yang akan diterapkan atau dilaksanakan dalam kegiatan belajar
Tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan keterampilan menutup pelajaran adalah :
1)      Memantapkan pemahaman siswa terhadap kegiatan belajar yang telah berlangsung
2)      Mengetahui keberhasilan siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran yang telah dijalani
3)      Memberikan tindak lanjut untuk mengembangkan kemampuan yang baru saja dikuasai
3.      Komponen-komponen membuka dan menutup pelajaran
Komponen keterampilan membuka pelajaran yang harus diperhatikan dan dikuasai oleh seorang guru antara lain :
1)      Menarik perhatian siswa
Langkah yang paling awal dalam membuka pelajaran adalah menarik perhatian siswa, caranya antara lain :
·         Memvariasikan gaya mengajar guru
·         Penggunaan media yang menarik perhatian dan mampu mengundang pertanyaan siswa
·         Variasi pola interaksi, penggunaan pola interaksi yang monoton misalnya klasikal secara terus menerus akan menurunkan perhatian siswa
2)      Menimbulkan motivasi
Menimbulkan motivasi adalah tujuan dari membuka pelajaran agar para siswa siap untuk mengikuti topik pembahasan inti. Menimbulkan motivasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :
·         Sikap hangat dan antusias dalam mengajar, merupakan awal dari munculnya keinginan siswa untuk belajar
·         Mengunggah rasa ingin tahu siswa. Rasa ingin tahu merupakan alasan yang paling kuat bagi siswa dalam mempelajari sesuatu
·         Mengajukan ide/gagasan yang bertentangan, akan mampu mengunggah siswa untuk bertanya atau mengemukakan pendapatnya
·         Memperhatikan minat siswa. Dalam merancang kegiatan dan memilih topik hendaknya memperhatikan minat siswa karena minat siswa berkaitan erat dengan keinginannya untuk belajar
3)      Memberi acuan
Tujuan memberi acuan adalah memberikan gambaran singkat kepada siswa tentang topik yang akan dibahas. Cara memberi acuan dapat dilakukan dengan:
·         Menginformasikan tujuan yang akan dicapai dan batas-batas tugas
·         Memberikan gambaran langkah-langkah yang akan dilakukan siswa agar kegiatan menjadi terarah
·         Mengingatkan masalah pokok yang akan dibahas
·         Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan untuk mengantisipasi materi yang akan dibahas
4)      Membuat kaitan
Agar pembelajaran menjadi bermakna guru perlu membuat kaitan antara materi baru yang akan disajikan dengan materi yang telah dikuasai siswa atau mempertentangkannya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
·         Pertanyaan-pertanyaan (tanya jawab)
·         Mengingat kembali secara singkat materi sebelumnya
·         Menjelaskan konsep-konsep baru secara umum dengan menunjukkan fakta
Menutup pelajaran dilakukan pada setiap akhir penggal kegiatan. Komponen menutup pelajaran yang perlu dikuasai guru antara lain:
1)      Meninjau kembali (mereview)
Meninjau kembali tingkat penguasaan atau pemahaman siswa terhadap materi yang telah disajikan sebagai umpan balik dengan cara:
·         Merangkum, pada dasarnya berlangsung selama proses pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan oleh guru bersama peserta didik atau oleh peserta didik sendiri dengan bimbingan guru
·         Membuat ringkasan inti pelajaran, merupakan cara untuk memantapkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
2)      Mengevaluasi (menilai)
Mengevaluasi keutuhan wawasan siswa dapat dilakukan dengan cara:
·         Tanya jawab secara lisan
·         Mendemonstrasikan keterampilan berdasarkan pemahamannya
·         Menerapkan pemahamannya pada situasi baru
·         Menyatakan pendapat tentang masalah yang akan dibahas (memberikan komentar)
·         Memberikan soal tertulis yang dikerjakan oleh siswa secara tertulis
3)      Memberi tindak lanjut
Memberikan tindak lanjut dengan cara memberikan:
·         Tugas-tugas yang dapat dikerjakan secara individual (misalnya PR)
·         Tugas kelompok untuk merancang atau memecahkan masalah berdasarkan teori yang baru dipelajari
4.      Prinsip-prinsip keterampilan membuka dan menutup pelajaran
1)      Dalam membuka pelajaran harus memberi makna kepada peserta didik, yaitu dengan menggunakan cara-cara yang relevan dengan tujuan dan bahan yang akan disampaikan
2)      Hubungan antara pendahuluan dengan inti pengajaran serta dengan tugas-tugas yang dikerjakan sebagai tindak lanjut nampak jelas dan logis
3)      Menggunakan apersepsi yaitu mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkannya terhadap pengetahuan yang sudah diketahui oleh peserta didik.
C.     Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
1.      Pentingnya keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil bagi seorang guru.
Dalam setiap proses pembelajaran yang dilakukan, keterlibatan siswa merupakan hal yang sangat penting diperhatikan oleh guru. Upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menerapkan keterampilan dalam membimbing diskusi kelompok kecil.
Selain bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran,ada alasan lain pentingnya menerapkan/mengamalkan diskusi kelompok. Yang pertama adalah, secara langsung siswa diajak mempraktekkan nilai Pancasila sila ketiga yang mengisyaratkan bahwa musyawarah dan mufakat untuk mengambil suatu keputusan merupakan ciri khas kehidupan bangsa Indonesia.
Kedua, diskusi kelompok di dalam kelas berkaitan dengan pendekatan PAKEM. Dengan pendekatan ini sebaiknya dominasi guru di dalam kelas dikurangi sehingga siswa berkesempatan untuk berpartisipasi secara lebih aktif. Tujuan pembelajaran dalam lingkup nilai dan sikap secara efektif akan tercapai melalui diskusi kelompok.
2.      Pengertian diskusi kelompok kecil
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses belajar yang dilakukan dalam kerja sama kelompok bertujuan memecahkan suatu permasalahan, mengkaji konsep, prinsip atau kelompok tertentu. Untuk itu guru memiliki peran sangat penting sebagai pembimbing agar proses diskusi dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3.      Komponen-komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
1)      Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
Bisa saja dalam diskusi yang dilakukan menjadi sia-sia karena disebabkan oleh kurang terampilnya pemimpin diskusi dalam memusatkan perhatian. Maka untuk mengantisipasinya perlu dilakukan kegiatan pemusatan perhatian oleh guru dengan cara:
·         Rumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi
·         Kemukakan dengan tegas masalah-masalah khusus yang dibahas dan nyatakan kembali jika terjadi penyimpangan
·         Catat perubahan atau penyimpangan yang tidak relevan
·         Sebelum ke tahap berikutnya, rangkum hasil pembahasan yang telah disepakati
2)      Memperjelas masalah maupun uraian pendapat/usulan
Kurang jelasnya gagasan/ide yang dikemukakan oleh siswa dapat menyebabkan perdebatan sengit. Dalam hal ini guru perlu memperjelas pendapat yang diajukan siswa agar tidak terjadi salah pengertian. Tujuannya adalah agar semua anggota kelompok mempunyai persepsi/gambaran yang sama terhadap gagasan yang diajukan. Memperjelas pendapat dapat dilakukan dengan:
·         Merangkum usulan tersebut sehingga menjadi jelas
·         Meminta komentar siswa tentang gagasan dengan mengajukan pertanyaan
·         Menguraikan gagasan peserta didik dengan memberikan informasi tambahan atau contoh-contoh yang sesuai
3)      Menganalisis pandangan/pendapat siswa
Di dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam di antara anggota kelompok. Pemimpin diskusi hendaknya mampu menganalisis alasan perbedaan tersebut dengan cara:
·         Meneliti apakah alasan tersebut memang mempunyai dasar yang kuat
·         Memperjelas atau menguraikan inti gagasan tentang hal-hal yang disepakati maupun yang belum disepakati
4)      Meningkatkan urunan/uraian/usulan/pendapat siswa
Manfaat dari berdiskusi adalah melatih siswa untuk berfikir kritis dan berpartisipasi secara aktif. Agar uraian yang diberikan oleh siswa lebih meningkat kualitasnya, guru harus mampu mendorong siswa agar mempertajam uraian/pendapatnya itu. Cara yang dapat dilakukan antara lain:
·         Mengajukan pertanyaan kunci yang dapat menantang siswa untuk berpikir
·         Memberikan contoh-contoh yang sesuai secara tepat (bisa berbentuk verbal maupun nonverbal)
·         Memberikan waktu untuk berpikir tanpa gangguan komentar lain
·         Memberikan dukungan terhadap uraian/usulan pendapat siswa dengan penuh perhatian
5)      Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Guru perlu mendorong dan menyebarkan kesempatan berpartisipasi agar setiap anggota kelompok mempunyai peran dalam menghasilkan keputusan/kesimpulan dan tidak didominasi atau dimonopoli oleh beberapa orang saja. Cara yang dapat dilakukan guru untuk menyebarkan kesempatan berpartisipasi antara lain:
·         Memancing usulan siswa yang enggan berpartisipasi dengan memberikan pertanyaan secara halus dan bijaksana
·         Mencegah terjadinya pembicaraan serentak dengan memberi giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu
·         Secara bijaksana mencegah terjadinya memonopoli pembicaraan oleh siswa tertentu
·         Mendorong terjadinya interaksi antar siswa dengan meminta siswa mengomentari pendapat temannya
·         Jika terjadi kebuntuan,maka guru meminta persetujuan untuk melanjutkan diskusi yang bertitik tolak dari salah satu pendapat siswa.
6)      Menutup diskusi
Ini adalah komponen terakhir dari keterampilan yang harus dikuasai guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil agar tidak terjadi diskusi dengan hasil yang tidak jelas. Cara yang dapat ditempuh antara lain:
·         Bersama-sama membuat rangkuman hasil diskusi
·         Memberi gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi
·         Melakukan penilaian/evaluasi proses maupun hasil diskusi
Prinsip penggunaan
Prinsip-prinsip membimbing diskusi kelompok kecil :
1)   Laksanakan diskusi dalam suasana yang menyenangkan
2)   Berikan waktu yang cukup untuk merumuskan dan menjawab permasalahan
3)   Rencanakan diskusi kelompok dengan sistematis
4)   Bimbinglah dan jadikanlah diri guru sebagai teman dalam diskusi

Hal-hal yang harus dihindari dalam membimbing diskusi kelompok kecil :
1)      Melaksanakan diskusi yang tidak sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik
2)      Tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada peserta didik untuk memikirkan pemecahan masalah
3)      Membiarkan diskusi dikuasai oleh peserta didik tertentu
4)      Membiarkan peserta didik mengemukakan pendapat yang tidak ada kaitannya dengan topik pembicaraan
5)      Membiarkan peserta didik tidak aktif
6)      Tidak merumuskan hasil diskusi dan tindak membentuk tindak lanjut
D.    Keterampilan mengelola kelas
1.      Pengertian keterampilan mengelola kelas
Keterampilan mengelola kelas merupakan kemampuan guru dalam mewujudkan dan mempertahankan suasana belajar mengajar yang optimal.
2.      Tujuan dari pengelolaan kelas adalah :
1)      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik memgembangkan kemampuannya secara optimal
2)      Menghilangkan berbagai hambatan dan pelanggaran disipilin yang dapat merintangi terwujudnya interaksi belajar mengajar
3)      Mempertahankan keadaan yang stabil dalam susana kelas, sahingga bila terjadi gangguan dalam belajar mengajar dapat dikurangi dan dihindari
4)      Melayani dan membimbing perbedaan individual peserta didik
5)      Mengatur semua perlengkapan dan peralatan yang memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual peserta didik dalam kelas.
3.      Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas
1)   Keluwesan, digunakan apabila guru mendapatkan hambatan dalam perilaku peserta didik, sehingga guru dapat merubah strategi mengajarnya
2)   Kehangatan dan keantusiasan
3)   Bervariasi, gunakan variasi dalam proses belajar mengajar
4)   Tantangan, gunakan kata-kata, tindakan atau bahan sajian yang menantang
5)   Tanamkan displin diri, selalu mendorong peserta didik agar memiliki disipin diri
6)   Menekankan hal-hal positif, memikirkan hal positif dan menghindarkan konsentrasi pada hal negatif
4.      Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
1)   Keterampilan yang bersifat preventif guru dapat menggunakan kemampuannya dengan cara :
·      Memusatkan perhatian
·      Menunjukkan sikap tanggap
·      Menegur
·      Membagi perhatian
·      Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas
·      Memberi penguatan
2)   Keterampilan megelola kelas yang bersifat represif, guru dapat menggunakan keterampilan dengan cara :
·      Pengelolaan kelompok
·      Modifikasi tingkah laku
·      Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
5.      Hal-hal yang harus dihindari dalam mengembangkan keterampilan 
mengelola kelas :
1)   Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan
2)   Pengulangan penjelasan yang tidak perlu
3)   Penyimpangan
4)   Kesenyapan
5)   Bertele-tele
E.     Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
1.      Pengertian mengajar kelompok kecil dan perorangan
Keterampilan mengajar kelompok kecil adalah kemampuan guru melayani kegiatan peserta didik dalam belajar secara kelompok dengan jumlah peserta didik berkisar antara 3 hingga 5 orang atau paling banyak 8 orang untuk setiap kelompoknya.
Sedangkan keterampilan dalam pengajaran perorangan atau pengajaran individual adalah kemampuan guru dalam mennetukan tujuan, bahan ajar, prosedur dan waktu yang digunakan dalam pengajaran dengan memperhatikan tuntutan-tuntutan atau perbedaan-perbedaan individual peserta didik.

2.      Tujuan guru mengembangkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan  Perorangan
1)   Keterampilan dalam pendekatan pribadi
2)   Keterampilan dalam mengorganisasi
3)   Keterampilan dalam membimbing belajar
4)   Keterampilan dalam merencakan dan melaksanakan KBM
3.      Komponen-komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
1)      Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
Syarat dalam pembelajaran kelompok kecil dan perorangan adalah terjadinya hubungan yang sehat dan akrab antara guru-siswa,siswa-siswa. Situasi ini bisa tercipta jika guru mengadakan pendekatan secara pribadi. Pendekatan secara pribadi dapat ditampilkan dengan cara:
·         Menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan dan perilaku siswa, baik dalam kelompok kecil maupun perorangan
·         Mendengarkan dengan penuh rasa simpati gagasan yang dikemukakan siswa
·         Merespon secara positif pendapat/gagasan yang dikemukakan oleh siswa
·         Membangun hubungan berdasarkan rasa saling mempercayai
·        Menunjukkan kesiapan untuk membantu tanpa mendominasi/mengambil alih ugas siswa
·       Menunjukkan kesediaan untuk menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian
·       Berusaha mengendalikan situasi hingga siswa merasa aman, penuh pemahaman, merasa dibantu, serta merasa menemukan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi.
2)      Keterampilan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
Dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan, salah satu peran guru adalah sebagai organisator kegiatan pembelajaran. Agar guru dapat mengorganisator kegiatan dengan baik, langkah yang dapat ditempuh oleh guru adalah:
·         Memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas/masalah yang akan dipecahkan sebelum dikerjakan oleh siswa
·         Memvariasikan kegiatan yang mencakup penetapan/penyediaan ruangan kerja, peralatan, cara kerja, langkah pengerjaan dan alokasi waktu kegiatan
·         Membentuk kelompok yang tepat dalam jumlah, tingkat kemampuan, dan lain-lain
·         Mengkoordinasi kegiatan
·         Membagi-bagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa
·         Mengakhiri kegiatan dengan suatu kulminasi yang dapat berupa laporan hasil yang dicapai siswa
3)      Keterampilan membimbing dan memberi kemudahan belajar
Dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan, guru diharapkan dapat membantu siswa agar dapat menyelesaikan tugasnya tanpa mengalami frustasi. Dalam hal ini guru harus menguasai keterampilan berikut.
·        Memberi penguatan secara tepat sehingga siswa terdorong untuk belajar dan merasa diperhatikan oleh guru
·        Melaksanakan/mengembangkan supervisi proses awal sebagai sikap tanggap guru terhadap proses kerja siswa pada awal kegiatan
·        Melaksanakan supervisi proses lanjut yang menekankan pemberian bantuan secara selektif agar kegiatan terarah sampai menjelang akhir kegiatan
·        Melaksanakan supervisi pemaduan yang memusatkan perhatian pada kesiapan kelompok/perorangan untuk melakukan kegiatan akhir (misalnya merangkum atau memantapkan konsep)
4)      Keterampilan merancangkan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran
Tugas utama guru dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan adalah membantu siswa baik secara kelompok maupun secara perorangan agar dapat melakukan tugas dengan baik. Agar dapat melakukan tugas ini, guru harus menguasai keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum di tingkat kelas (merencanakan dan melaksanakan pembelajaran). Keterampilan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran adalah sebagai berikut.
·         Membantu siswa menerapkan tujuan pelajaran hingga siswa berkeinginan mencapainya
·         Merancang kegiatan belajar
·         Bertindak dan berperan sebagai penasehat siswa jika diperlukan
·         Membantu siswa menilai pencapaian dan kemajuannya sendiri
4.      Penerapan Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
Sebelum menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, guru harus terlebih dahulu memahami pentingnya menguasai keterampilan ini. Ada beberapa poin yang harus dipahami guru terkait pentingnya penguasaan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, yaitu:
1)      Siswa memiliki kemampuan dan cara belajar yang berbeda. Dalam pengajaran klasikal, guru memperlakukan siswa dengan cara yang sama, sehingga perbedaan kemampuan, dan cara belajar siswa hampir tidak mendapat perhatian. Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan alternatif pilihan terbaik untuk menutupi kebutuhan itu. Begitupun pengajaran secara klasikal tetap perlu dilakukan agar siswa menyadari bahwa tidak semua kebutuhannya dapat dipenuhi.
2)      Pengajaran kelompok kecil dan perorangan memungkinkan terjadinya hubungan yang lebih akrab dan sehat antara guru-siswa, dan siswa-siswa. Guru dapat memberikan perhatian yang cukup pada siswa yang memerlukannya. Hal ini akan membuat siswa merasa lebih percaya diri untuk belajar.
3)      Ada kalanya siswa lebih mudah belajar dengan cara mengajar temannya atau dengan cara belajar bersama temannya seperti mengerjakan tugas bersama dan saling bertukar gagasan. Pengajaran kelompok kecil dan perorangan memungkinkan hal demikian terjadi.
4)      Kegiatan kelompok kecil memungkinkan siswa terlibat lebih aktif dalam belajar, terciptanya kebiasaan bekerjasama, tenggang rasa dan saling menghargai. Sifat kepemimpinannya juga dapat berkembang karena bekerja dalam kelompok memerlukan seseorang sebagai pemimpin kelompok.
5)      Kegiatan individual atau perorangan memungkinkan siswa memiliki rasa tanggung jawab belajar yang lebih besar dan dapat belajar sesuai dengan kebutuhannya sendiri.
Setelah memahami pentingnya penguasaan keterampilan membimbing kelompok kecil dan perorangan, kini saatnya guru menerapkan keterampilan tersebut. Dalam menerapkan keterampilan ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat digunakan secara efektif. Wardani dan Julaeha (2007:8.63) mengemukakan setidaknya terdapat 6 hal yang harus diperhatikan guru dalam menerapkan keterampilan ini. Keenam hal tersebut adalah sebagai berikut.
1)      Bagi guru yang terbiasa dengan pengajaran klasikal, sebaiknya mulai dengan pengajaran kelompok kecil, kemudian perorangan. Sedangkan bagi guru yang belum memiliki pengalaman mengajar sebaiknya mulai dengan pengajaran perorangan, kemudian bertahap ke pengajaran kelompok kecil.
2)      Topik-topik dan hal-hal yang bersifat umum diberikan secara klasikal, sedangkan pembahasannya dilakukan dalam kelompok kecil atau perorangan.
3)      Melakukan pengorganosasian siswa, sumber, materi, ruangan, waktu yang diperlukan sebelum memulai pengajaran kelompok kecil atau perorangan.
4)      Kegiatan kelompok kecil/perorangan yang efektif selalu diakhiri dengan kulminasi berupa rangkuman, laporan atau pemantapan, yang memberikan kesempatan bagi sisa untuk saling belajar.
5)      Guru perlu mengenal siswa secara pribadi agar pengajaran perorangan berlangsung efektif sehingga kondisi belajar dapat diatur dengan tepat.
6)      Kegiatan peorangan dapat bervariasi, misalnya belajar dengan bahan siap pakai, belajar sendiri dengan jadwal harian yang disiapkan sendiri atau bisa bergabung dalam kelompok kecil.
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut diharapkan kegiatan yang dilakukan akan benar-benar menjadi efektif dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Semoga Bermamfaat, Shukran Jazakallah Khairan@

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kemampuan Dalam Mengajar"