Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Alasan Penggunaan Doping Dilarang Dalam Berollahraga (Pendididkan Kepelatihan Olahraga FIK UNM)

Oleh: Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis & Guru SMP IT Wahdah Islamiyah, Serta
Alumni Pendididkan Kepelatihan Olahraga
Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar)
Sebelum saya jelaskan apa itu doping, pernahkah Anda dengar atlet pelari Flo Jo dari Amerika Serikat? Ia adalah salah satu atlet yang ingin berusaha menjadi yang terbaik dengan cara yang salah. Ia juga meninggal karena doping. Selain Flo Jo, ada atlet lain yang terpuruk prestasinya bahkan meninggal hanya gara-gara menggunakan doping.
Doping adalah zat kimia buatan yang digunakan untuk meningkatkan kinerja tubuh. Pada awalnya doping digunakan para ilmuwan untuk mengobati orang yang sakit. Seiring perjalanan waktu, doping disalahgunakan menjadi obat perangsang kinerja para atlet. Doping memang terbukti membantu prestasi para atlet, namun ada efek negatif dari pemakaian doping sehingga penggunaannya dilarang oleh badan-badan olah raga di dunia.
Doping digolongkan menjadi lima kelompok berdasarkan fungsinya, yaitu:
1. Doping yang berfungsi meningkatkan kekuatan otot dan tulang, contoh: steroid anabolik dan beta 2-agonik. Dampak negatifnya pada pria adalah dapat menyebabkan kebotakan dan mandul. Sedangkan pada wanita dapat menyebabkan tumbuhnya rambut di wajah dan di selurh tubuh, menebalkan suara sehingga suaranya menjadi seperti suara pria, dan menganggu siklus menstruasi.
2. Doping yang berfungsi meningkatkan daya ingat terhadap oksigen, contohnya adalah eriotropotein. Dampak negatifnya, atlet mudah terkena serangan jantung dan stroke (tekanan darah tinggi).
3. Doping yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit, contohnya adalah narkotika (seperti: morfin, heroin, dll.). Dampak negatifnya adalah atlet menjadi kecanduan narkotika.
4. Doping yang berfungsi menghilangkan stress akibat kelelahan dan tekanan mental, contoh: metadon, magadon, dan diuretic. Dampak negatifnya adalah koordinasi dan keseimbangan tubuhnya terganggu bahkan jiwanya ikut terganggu.
5. Doping yang berfungsi untuk menutupi dampak dari doping yang dikonsumsi sebelumnya, contohnya adalah epitestosteron.
Itulah sebabnya pemakaian doping sangat dilarang. Selain merugikan diri sendiri, menggunakan doping juga merupakan tindakan yang tidak sportif. Kalau mau menjadi atlet yang berprestasi, kuncinya adalah berlatih dan terus berlatih.
Semoga Bermamfaat, Shukran Jazakallah Khairan@

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alasan Penggunaan Doping Dilarang Dalam Berollahraga (Pendididkan Kepelatihan Olahraga FIK UNM) "