Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

PENDIDIKAN SEKOLAH



1.Sistem Pendidikan Sekolah
Masa depan satu bangsa sangat tergantung pada mutu Sumber Daya Manusianya (SDMnya) dan kemampuannya menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Dua hal ini diwujudkan melalui Pendidikan yang meliputi Pendidikan dalam Keluarga, Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Sekolah.
Pendidikan Sekolah perlu dialami setiap orang Indonesia, selain memperoleh Pendidikan dalam Keluarga sejak ia lahir dan Pendidikan Masyarakat yang ia alami sebagai manusia dewasa..Sebab melalui Pendidikan Sekolah dapat diciptakan orang yang lebih berpengetahuan dan lebih berkemampuan dari pada orang yang tidak mengalaminya.
Memang dalam kenyataan masih banyak orang yang tidak mendapat Pendidikan Sekolah, baik karena tidak memperoleh kesempatan berhubung kondisi ekonominya maupun karena kondisi sosial tertentu tidak memungkinkannya.Akan tetapi di dalam Indonesia Merdeka hal demikian tidak boleh terjadi, karena merugikan orang itu dalam menjalankan hidupnya dan juga merugikan perkembangan bangsa pada umumnya.
Oleh sebab itu Negara harus melakukan Wajib Belajar kepada semua warganya, baik laki-laki maupun perempuan. Dan karena Negara mewajibkan warganya menjalankan Wajib Belajar , maka menjadi tanggungjawab Negara untuk menyediakan pembiayaan bagi pelaksanaan Wajib Belajar itu. Negara juga bertanggungjawab agar pendidikan Wajib Belajar itu berkualitas tinggi agar warganya yang selesai menjalankan Wajib Belajar siap untuk melakukan hal-hal penting dengan sebaik-baiknya, baik untuk melanjutkan pendidikannya maupun untuk menempuh kehidupannya.
Wajib Belajar sekarang sudah ada untuk menjalani pendidikan selama 9 tahun dari mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).Akan tetapi Wajib Belajar ini belum terlaksana secara memuaskan, baik dilihat dari mutu pendidikan maupun dari sudut pengikutsertaan warga.Juga pembiayaan masih banyak dibebankan kepada Peserta Didik dan orang tuanya. Menjadi kewajiban Pemerintah Pusat dan Daerah untuk meningkatkan eksistensi Wajib Belajar ini, baik dari sudut mutu maupun pengikutsertaan warga, karena dampaknya amat penting bagi masa depan bangsa.
Kalau Negara makin mampu, terutama dalam melakukan pembiayaan, maka Wajib Belajar itu tidak terbatas pada pendidikan di SD dan SMP, melainkan mulai Taman Kanak-Kanak sampai lulus Sekolah Lanjutan Atas. Bahkan sampai lulus Pendidikan Tinggi sebagaimana sudah dilakukan di negara seperti Jerman.Dalam hal demikian terlaksana pendidikan bebas biaya oleh karena semua pembiayaan ditanggung Negara. Akan tetapi untuk mencapai kondisi itu Negara harus lebih dahulu menjadi kuat dalam keuangan dan kesejahteraan bangsa sudah amat berkembang seperti Jerman sekarang..Mudah-mudahan Indonesia pun satu saat mencapai kondisi itu, sebab hal itu bagian tak terpisahkan dari masyarakat yang maju, adil dan sejahtera.
Taman Kanak-Kanak
Taman Kanak-kanak (TK) adalah lembaga pendidikan yang perlu ditempuh setiap anak Indonesia.Dalam studi para pakar disimpulkan bahwa kemampuan berpikir anak dan perkembangan otaknya perlu distimulasi secara kuat mulai umur 4 tahun.Sebab itu mengikuti pendidikan TK pada umur 4-5 tahun adalah amat penting.
Kita sudah melihat bahwa sejak umur 3 tahun anak mengikuti Kelompok Main agar mulai membiasakan diri bergaul dengan anak sebaya dan mulai menjalankan berbagai kegiatan atas inisiatif diri sendiri.Namanya sudah menunjukkan bahwa dalam Kelompok Main anak terutama bermain.Ketika masuk TK permainan masih tetap penting sebagai pendidikan, tetapi mulai diikuti pelajaran berupa kegiatan yang merangsang pikiran.Mungkin mulai dipelajari angka dan berhitung sederhana, juga belajar huruf untuk merangsang daya ingat.Akan tetapi usaha sementara TK yang mengajar bahasa Inggeris sudah terlalu jauh. Juga TK yang mengabaikan permainan sebagai cara pendidikan dan lebih mementingkan pelajaran untuk persiapan masuk Sekolah Dasar (SD) adalah bertentangan dengan maksud penyelenggaraan TK.
Di Indonesia TK belum dimasukkan sistem persekolahan dan hanya dianggap sebagai persiapan pendidikan. Akibatnya, banyak anak tidak masuk TK. Padahal pendidikan TK sangat penting dalam proses pembentukan anak. Di Belanda pengertian TK ditiadakan dan sudah menjadi kelas 1 SD tetapi menyelenggarakan pendidikan TK. Dengan begitu semua anak harus masuk TK karena ada Wajib Belajar yang mulai di SD. Di Jerman tetap ada TK, tetapi semua anak harus pernah di TK untuk dapat diterima di SD. Berarti juga ada keharusan masuk TK. Sebaiknya kita mengadopsi tindakan yang dipakai di Jerman, karena memang pendidikan TK penting bagi semua anak kita.
Akan tetapi, mengingat kondisi keuangan rakyat kita, TK perlu dimasukkan dalam Wajib Belajar.Dengan begitu Negara harus menyediakan pendidikan TK bagi semua anak dengan bebas biaya.Jadi Wajib Belajar 9 tahun perlu menjadi 10 tahun.
Agar supaya lebih jelas peran dan fungsi TK dalam Pendidikan Sekolah, sebaiknya TK diadakan di setiap SD, baik SD Negeri maupun swasta, juga untuk Madrasah Ibtidaiyah yang menjalankan Wajib Belajar. Namun harus dijaga benar-benar, bahwa sekalipun berada dalam lingkungan SD pendidikan TK adalah tetap TK dan tidak kelas persiapan SD. Hal ini akan nampak dalam perbandingan jam permainan dengan jam pelajaran. Adalah kenyataan yang disimpulkan dari studi kaum pakar pendidikan, bahwa permainan sangat penting sebagai pembentukan kepribadian anak.
Perlu juga ada perhatian cukup terhadap pendidikan Guru TK yang menghasilkan tenaga pengajar TK yang cakap.Peran Guru TK tidak lebih rendah atau kurang dibandingkan dengan Guru SD atau SMA. Sebab justru pada umur anak sebagai murud TK dapat dikomunikasikan hal-hal utama yang dapat menjadikan anak itu lebih bernilai di masa depan. Hal itu amat tergantung dari peran para Guru TK dalam mendidikan muridnya.
Sekolah Dasar (SD)
Pada umur 6 atau 7 tahun anak masuk kelas 1 SD. Meskipun di SD permainan juga masih dilakukan, tetapi diberikan sebagai pelajaran olahraga. Sebab itu dalam kurikulum SD perlu ada pelajaran olahraga sebanyak 3 jam pelajaran dalam seminggu.
Mulai pendidikan mengarah kepada penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan teknik.Meskipun begitu pada tingkat kelas 1 hingga kelas 3 SD masih banyak perhatian diberikan kepada pembentukan kepribadian anak.Oleh sebab itu semua pelajaran diberikan seorang Guru Kelas, baik itu pelajaran pengetahuan seperti berhitung atau bahasa maupun pelajaran olahraga dan kesenian.Dengan kelas yang jumlah muridnya maksimum 30 orang seorang Guru Kelas dapat mengenal secara mendalam setiap anak.Pengenalan ini amat penting bagi pembentukan kepribadiannya.Dengan begitu budi pekerti tidak merupakan satu mata pelajaran, melainkan diberikan secara inklusif dalam mengajarkan setiap mata pelajaran.Itu sebabnya peran Guru Kelas penting sekali.
Baru mulai kelas 4 SD ada Guru Mata Pelajaran (MP), yaitu guru yang mengajar mata pelajaran tertentu.Sebab mulai saat itu perhatian harus lebih banyak kepada penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan teknik.Pendidikan SD penting sekali sebagai usaha pemberian dasar kepada anak untuk kemudian mendalami ilmu pengetahuan dan teknologi.Selain itu pembentukan budi pekerti yang dilakukan dalam Pendidikan Keluarga dan di TK lebih dilengkapi dan disempurnakan. Sebab itu kurikulum yang menyangkut penentuan mata pelajaran dan cara pengajarannya perlu disesuaikan dengan maksud itu.
Seperti telah diuraikan kelas 1 sampai dengan kelas 3 SD masih merupakan periode meneguhkan pembentukan landasan kepribadian yang dimulai di TK. Sebab jumlah mata pelajaran dalam ilmu pengetahuan masih dibatasi. Sudah diberikan matematika sejak kelas 1 untuk pembentukan cara berpikir rasional. Dalam pelajaran matematika pelajaran berhitung (arithmatics) harus diperhatikan agar murid mampu menggunakan angka dalam kehidupan nyata.Mulai kelas 2 diberikan pelajaran komputer.Baik matematika maupun komputer diajarkan terus hingga SD selesai.Di kelas 3 mulai dibicarakan ilmu lingkungan, khususnya mengenai lingkungan geografi di mana SD itu berada. Lingkungan itu dapat diperluas sampai batas kota, untuk SD di Jakarta dan kota besar lainnya sampai batas kota madya.
Di samping pendidikan ilmu mulai diajarkan bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Daerah. Juga anak diperkenalkan dengan bahasa asing, yaitu bahasa Inggeris, semuanya diberikan mulai kelas 1 sampai kelas 6. Dalam pelajaran bahasa Indonesia untuk kelas 1 dan kelas 2 akan baik sekali kalau Guru sekali seminggu bercerita. Melalui cerita itu Guru memberikan pendidikan yang mengandung nilai-nilai budi pekerti yang baik.
Pelajaran olahraga diberikan sebanyak 3 jam pelajaran dalam seminggu. Semua pelajaran olahraga diberikan sebagai kegiatan dan bukan teori.Teorinya disampaikan sambil melakukan kegiatan. Sebaiknya dalam 3 jam seminggu itu satu jam digunakan untuk pelajaran atletik, yaitu lari, loncat dan lempar. Satu jam lagi untuk senam, khususnya senam lantai. Dan satu jam yang lain untuk permainan. Kalau mungkin diberikan pelajaran renang, maka itu diberikan saling bergantian dengan senam.Ini dilakukan dari kelas 1 hingga kelas 6.
Pelajaran seni diberikan dalam menggambar dan menyanyi, masing-masing satu jam dalam seminggu. Di samping itu dapat diberikan pelajaran main alat musik dan menari dalam jam ekstra-kurikulum. Pelajaran agama diberikan satu jam dalam seminggu sesuai dengan agama yang dianut murid. Pelajaran agama diberikan oleh pakar agama yang bersangkutan.Inipun diberikan mulai kelas 1 hingga kelas 6.
Pelajaran untuk kelas 1 sampai dengan kelas 3 berlangsung dari jam 7 pagi hingga jam 11.00 Apabila ada SD yang tidak dapat dilakukan di pagi hari, maka diusahakan untuk diberikan dari jam 13.00 hingga jam 17.00. Setiap mata pelajaran berlangsung selama 50 menit dengan ada istirahat 10 menit antara dua mata pelajaran.Pelajaran diberikan dari hari Senin hingga Jumat setiap minggu. Dengan begitu tersedia 20 jam pelajaran dalam seminggu. Karena dalam seminggu ada 3 jam olahraga, 2 jam seni dan 1 jam agama, maka tersedia 14 jam untuk pelajaran matematika, ilmu dan bahasa. Di samping itu diusahakan kegiatan ekstra-kurikulum sebanyak 4 jam dalam seminggu yang dapat diberikan untuk peningkatan olahraga, seni, bahasa dan penggunaan komputer.
Semua pelajaran di kelas 1 hingga kelas 3 diberikan oleh Guru Kelas, kecuali pelajaran agama. Sebab itu pendidikan Guru Kelas di Lembaga Pendidikan Guru harus memperoleh perhatian besar, tidak kalah dan malahan melebihi pendidikan Guru Mata Pelajaran. Tidak saja Guru Kelas harus menguasai berbagai mata pelajaran yang harus diajarkan dengan cukup dalam, ia juga harus menjadi pendidik Budi Pekerti kepada anak yang dilakukan dalam penyampaian semua mata pelajaran secara tidak langsung. Sekalipun pelajaran agama juga mengandung pendidikan Budi Pekerti, tetapi banyak waktu terpakai untuk pelajaran teks dan ritual, sehingga di luar pelajaran agama masih diperlukan pendidikan Budi Pekerti yang memadai untuk memberikan landasan yang cukup kuat bagi pertumbuhan anak. Dengan begitu dikembangkan pada setiap anak sejak umur 6 tahun kecerdasannya meliputi kecerdasan inteligensi, kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual, menghasilkan harmoni dalam IQ, EQ dan SQ anak didik.
Mulai kelas 4 sampai kelas 6 SD dilakukan peningkatan pendidikan dengan memberikan lebih banyak ilmu pengetahuan, sedangkan diperdalam pelajaran yang diterima dari kelas 1 hingga kelas 3.Mulai ada pelajaran sains yang diberikan dalam ilmu fisika dan ilmu biologi, sedangkan dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diberikan pengetahuan kewarganegaraan, ilmu geografi dan sejarah.Dalam pelajaran kewarganegaraan murid memperoleh pengetahuan tentang substansi dan makna UUD dan Pancasila sebagai Dasar Negara.Yang diutamakan adalah pengertian dan bukan menghafalkan UUD dan Pancasila.
Dalam geografi di kelas 4 mulai dipelajari dan dikenalkan bumi Indonesia dengan segenap pulau dan lautannya.Dengan jalan itu ditumbuhkan rasa cinta Tanah Air yang wajar dan obyektif.Di kelas 5 diperdalam pengenalan dan pengetahuan tentang Indonesia, sedangkan di kelas 6 pelajaran geografi meluas mengenai seluruh planit Bumi. Dalam sejarah di kelas 4 dan kelas 5 didalami sejarah bangsa Indonesia, kemudian di kelas 6 diperluas dengan sejarah umat manusia. Juga pelajaran sejarah tidak boleh mengutamakan hafalan tahun peristiwa, melainkan pemahaman dan melihat korelasi antara satu dengan lain.
Pelajaran untuk kelas 4 hingga kelas 6 diberikan mulai jam 7 pagi hingga jam 13.00 kecuali hari Sabtu, Minggu dan hari libur. Itu berarti dalam seminggu ada 30 jam pelajaran; 3 jam disediakan untuk olahraga, 2 jam untuk seni dan 1 jam untuk agama. Dengan begitu ada 24 jam pelajaran tersedia untuk pendidikan ilmu pengetahuan dan bahasa.
Meskipun semua mata pelajaran penting, tetapi perlu ada perhatian khusus kepada pendidikan bahasa Indonesia. Hendaknya setiap murid yang meninggalkan SD dapat berbicara dan menulis bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Jangan sampai timbul pikiran dan perasaan bahwa bahasa asing lebih penting dari bahasa Indonesia, termasuk bahasa Inggeris.Ini merupakan pendidikan untuk memperkuat jati diri anak-anak kita dan mencegah rasa kurang harga terhadap dunia luar.
Semua pelajaran di kelas 4 hingga kelas 6 diberikan oleh Guru Mata Pelajaran.Dengan begitu diharapkan dapat mencapai penguasaan ilmu, bahasa, seni, olahraga dan agama yang cukup mendalam.Selain itu untuk setiap kelas ditetapkan Guru Kelas yang mengikuti perkembangan setiap anak dengan saksama.Guru Kelas ini dapat merangkap menjadi Guru Bahasa Indonesia atau pelajaran Kewarganegaraan.
Dimulai di kelas 1, tetapi terutama buat murid kelas 4 ke atas dimotivasi untuk gemar dan banyak membaca. Buat murid kelas 1 sampai kelas 3 ditetapkan satu jam ekstra-kurikulum setiap minggu dengan keharusan setiap murid membaca buku atau bacaan lain pilihannya sendiri. Sekali gus dikembangkan rasa tanggungjawab murid dengan menugaskan seorang murid mengawasi bahwa teman-temannya memang betul semua temannya menggunakan jam itu untuk membaca. Pengawasan itu dilakukan secara berganti-ganti oleh setiap murus. Untuk mendorong gemar membaca murid kelas 4 ke atas diharuskan meminjam buku dari perpustakaan yang diadakan terpusat di kantor sekolah. Kemudian Guru Bahasa Indonesia mengharuskan setiap murid membuat tulisan tentang isi buku itu atau meminta murid menyampaikan secara lisan kepada kelasnya isi buku yang dibacanya..
Pendidikan ekstra-kurikulum besar manfaatnya bagi pertumbuhan anak.Buat murid kelas 4 hingga kelas 6 pendidikan ekstra-kurikulum menjadi lebih penting lagi. Sebagai anak yang makin bertambah dewasa kegiatan ekstra-kurikulum dapat dimanfaatkan untuk penyaluran bakat mereka lebih terfokus di samping memperoleh pelajaran dalam jam sekolah. Anak yang mempunyai bakat bahasa dapat membentuk kelompok sastra umpamanya, yang tertarik kepada sains membentuk kelompok sains dan ilmu pengetahuan, atau yang berbakat olahraga meningkatkan kemampuannya dalam atletik atau cabang olahraga lain. Dalam pendidikan ekstra-kurikulum diatur agar setiap kegiatan mendapat bimbingan dari Guru yang kompeten. Meskipun begitu Guru tersebut harus memberikan kesempatan luas kepada murid untuk mengembangkan prakarsanya.
Untuk mengontrol bahwa pelajaran diberikan secara baik, artinya dipahami dan dikuasai isinya oleh murid, diadakan ulangan secara periodik untuk setiap mata pelajaran.Di samping itu murid juga terus diikuti perkembangan kepribadiannya mulai kelas 1 hingga kelas 6.Setiap kwartal diadakan pertemuan antara Guru Kelas dan Orang Tua Murid.Dalam kesempatan itu disampaikan perkembangan setiap anak, baik menyangkut pelajaran maupun kepribadiannya.Kalau ada murid yang kurang baik dalam penerimaan pelajaran dan perkembangan kepribadiannya, Guru Kelas dan Orang Tua mencari sebab-sebabnya dan berusaha mengatasinya.Untuk murid kelas 4 hingga kelas 6 Guru Mata Pelajaran turut membantu kalau ada murid yang kurang baik hasilnya dalam mata pelajarannya.
Pada setiap akhir tahun pelajaran diadakan ulangan kenaikan kelas.Pada dasarnya tidak ada murid SD yang tidak naik kelas.Akan tetapi ulangan kenaikan kelas ini diperlukan sebagai pembulatan pelajaran di kelas tersebut.Pada akhir pelajaran kelas 6 diadakan ujian akhir yang hasilnya dapat dipakai pedoman tentang pendidikan anak sesudah itu.Akan tetapi tidak perlu ada Ujian Nasional untuk SD.
Pendidikan SD sangat penting untuk mempersiapkan anak mengikuti pendidikan menengah secara baik.Oleh karena itu harus dilakukan dengan baik dan untuk itu diperlukan kepemimpinan dan manajemen sekolah yang baik pula.Peran Kepala Sekolah sangat penting dalam menjaga pelaksanaan pendidikan yang baik.Selain itu para orang tua murid juga harus memberikan perhatian besar kepada sekolah yang mendidik anak mereka.Untuk pendidikan anak yang baik harus ada hubungan erat antara pendidikan di keluarga dan di sekolah.Orang tua murid membantu Kepala Sekolah untuk menjadikan sekolah itu menghasilkan pendidikan terbaik.
Semoga Bermamfaat, Shukran Jazakallah Khairan@

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENDIDIKAN SEKOLAH"